Berita

Dewan Keamanan PBB/Net

Dunia

Lewat Sepucuk Surat, Iran Minta PBB Desak AS Hentikan Tindakan Militer Di Teluk Persia

JUMAT, 01 JANUARI 2021 | 13:39 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Iran mendesak Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk meminta Amerika Serikat (AS) menghentikan tindakan militer di kawasan Teluk Persia.

Kuasa Usaha Iran untuk PBB Eshagh Al-Habib mengatakan tindakan AS di Teluk yang digambarkan sebagai "petualangan militer" telah bertentangan dengan tujuan dan prinsip PBB, serta menciptakan destabilisasi kawasan.

"Dewan Keamanan PBB diharapkan memaksa AS untuk mematuhi prinsip dan aturan hukum internasional, serta menghentikan tindakan yang melanggar hukum ini," kata Al-Habib dalam sebuah surat, seperti dikutip Sputnik, Jumat (1/1).


"Demikian pula, masyarakat internasional harus menuntut agar AS mengakhiri tindakan destabilisasi di kawasan yang bergejolak seperti Teluk Persia," lanjutnya.

Al-Habib menekankan, Teheran tidak mencari konflik, tetapi Washington lah yang memperburuk kawasan yang sudah tegang di Timur Tengah.

Surat Al-Habib ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan kepala Dewan Keamanan, Jerry Matjila. Surat itu tertanggal 31 Desember 2020.

Lewat unggahan di akun Twitter-nya, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan pemerintahan Presiden Donald Trump mencari dalih untuk menyerang Iran, dengan mengerahkan militer ke kawasan.

"Alih-alih memerangi Covid di AS, Donald Trump dan kelompoknya membuang miliaran dolar untuk menerbangkan B52 dan mengirim armada ke wilayah KAMI. Intelijen kami di Irak menunjukkan adanya rencana untuk MEMANFAATKAN dalih perang," cuit Zarif.

Dalam beberapa waktu terakhir, AS telah mengerahkan dua pengebom B-52 berkemampuan nuklir ke Timur Tengah dengan alasan sebagai upaya preventif mempertahankan diri dari serangan Iran.

Selain itu, Pentagon mengumumkan, kapal induk USS Nimitz yang berada di lepas pantai Somalia akan kembali ke pangkalannya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Komisi XIII DPR Segera Panggil Pejabat Terkait soal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Ajukan Kasasi, Nadiem Tak Akan Menerima Hasil Apapun di Luar Bebas

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Respons Demo Buruh, Dasco: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Rampung Oktober 2026

Kamis, 24 September 2026 | 14:15

PAN: Ambang Batas Parlemen Perlu Hati-hati, Jangan Lebih dari 4 Persen

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Usai Antar Giuseppe Garibaldi, Perwakilan Angkatan Laut Italia Temui Prabowo

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Dasco Pastikan DPR Dalami Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 13:58

MGLV Kantongi Fasilitas BNI, Ekspansi Data Center Jababeka dan Batang Digenjot

Kamis, 24 September 2026 | 13:51

Demo Buruh di Depan UOB Plaza: Jalur Utama Jakarta Pusat Dialihkan!

Kamis, 24 September 2026 | 13:40

Hakim Banding Pangkas Vonis Nadiem

Kamis, 24 September 2026 | 13:39

UU Pengaturan Reforma Agraria jadi Kado Manis Petani untuk Berdaulat

Kamis, 24 September 2026 | 13:32

Selengkapnya