Berita

Presiden AS Donald Trump dan menantunya, Jared Kushner/Net

Dunia

Kalah Pilpres, Trump Salahkan Sang Menantu Jared Kushner Karena Tingginya Tes Covid-19 Di AS

JUMAT, 01 JANUARI 2021 | 10:24 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan telah menyalahkan sang menantu sekaligus penasihatnya, Jared Kushner, atas kekalahan dalam pemilihan presiden 3 November lalu.

Kabar tersebut muncul dari percakapan yang disampaikan oleh para staf di Oval Office yang dikutip oleh The New York Times.

Dalam sebuah pertemuan pada Agustus di Oval Office, Trump berteriak kepada Kushner, menyalahkannya karena tingginya jumlah tes yang membuat kasus Covid-19 di AS terbesar di dunia.


Lantaran selama kampanye dan debat dengan lawannya, Joe Biden, Trump kerap disalahkan atas besarnya angka tersebut.

"Kamu membunuhku! Semua ini! Kita punya semua kasus sialan itu," teriak Trump.

"Saya ingin melakukan apa yang dilakukan Meksiko. Mereka tidak akan memberi tes sampai mereka berada di ruang gawat darurat dan mereka muntah," tambahnya.

Dimuat Sputnik, pertemuan itu dilaporkan berlangsung pada 19 Agustus, dan rupanya Trump menjadi marah setelah jajak pendapat yang dilakukan oleh Tony Fabrizio menunjukkan, penggunaan masker dapat diterima bahkan di antara pendukung Trump.

Jajak pendapat Fabrizio sendiri diketahui didukung oleh Kushner, yang selama ini menyebut mereka yang memakai masker tidak masuk akal.

"Saya akan kalah. Dan itu akan menjadi salahmu, karena tes," kata Trump kepada Kushner selama persiapan debat.

Lebih lanjut, Trump juga yakin bahwa para pejabat tinggi kesehatan, ilmuwan, dan dokter telah bersekongkol mencegahnya menang.

"Mereka Demokrat! Mereka melawan saya! Mereka ingin menunggu!" seru Trump, merujuk pada lambatnya persetujuan darurat penggunaan metode plasma untuk pengobatan Covid-19.

Berdasarkan hasil Electoral College pada 14 Desember, Biden memenangkan tiket ke Gedung Putih, mengalahkan Trump dengan sejumlah kampanye, termasuk wajib penggunaan masker.

Sejauh ini, AS sudah mengonfirmasi lebih dari 19 juta kasus Covid-19 dengan lebih dari 345 ribu kematian.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Komisi XIII DPR Segera Panggil Pejabat Terkait soal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Ajukan Kasasi, Nadiem Tak Akan Menerima Hasil Apapun di Luar Bebas

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Respons Demo Buruh, Dasco: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Rampung Oktober 2026

Kamis, 24 September 2026 | 14:15

PAN: Ambang Batas Parlemen Perlu Hati-hati, Jangan Lebih dari 4 Persen

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Usai Antar Giuseppe Garibaldi, Perwakilan Angkatan Laut Italia Temui Prabowo

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Dasco Pastikan DPR Dalami Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 13:58

MGLV Kantongi Fasilitas BNI, Ekspansi Data Center Jababeka dan Batang Digenjot

Kamis, 24 September 2026 | 13:51

Demo Buruh di Depan UOB Plaza: Jalur Utama Jakarta Pusat Dialihkan!

Kamis, 24 September 2026 | 13:40

Hakim Banding Pangkas Vonis Nadiem

Kamis, 24 September 2026 | 13:39

UU Pengaturan Reforma Agraria jadi Kado Manis Petani untuk Berdaulat

Kamis, 24 September 2026 | 13:32

Selengkapnya