Berita

Mantan Menteri Perdagangan, Thomas Lembong/Net

Politik

Dengan Berat Hati, Thomas Lembong Prediksi 2021 Akan Lebih Berat Untuk Indonesia

KAMIS, 31 DESEMBER 2020 | 08:56 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Laju Indonesia akan semakin terjal di tahun 2021. Hal tersebut sebagaimana prediksi yang disampaikan langsung oleh mantan Menteri Perdagangan, Thomas Lembong.

Mantan kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu mengaku dengan berat hati menyampaikan prediksinya tersebut.  

“Prediksi saya: 2021 akan lebih berat buat Indonesia dari 2020. Saya sampaikan ini dengan sangat berat hati,” ujar Thomas Lembong dalam akun Twitter pribadinya, Kamis (31/12).


Prediksinya ini didasarkan pada data sebaran virus corona yang masih tinggi di Indonesia. Sebaran itu bahkan mengalahkan negara-negara lain yang seharusnya di bawah Indonesia.

Berdasarkan data Our World In Data per bulan Desember, persentase kasus positif terhadap tes Covid-19 di Indonesia mencapai 20 persen. Angka itu lebih tinggi daripada Nigeria, Bangladesh, bahkan India. Artinya, 2 dari 10 orang yang melakukan tes di Indonesia itu positif.

Senada dengan Thomas Lembong, mantan wakil ketua DPR RI, Fadli Zon juga memprediksi tahun 2021 akan menjadi puncak dari berbagai macam krisis.

“Mulai kesehatan, ekonomi, sosial, politik, hukum, dan kepemimpinan,” tutur Fadli Zon di akun Twitter-nya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya