Berita

Mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah/Net

Politik

Fahri Hamzah: Apa Yang Bergejolak Di Masyarakat Tidak Terasa Di Senayan

KAMIS, 31 DESEMBER 2020 | 07:46 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Perasaan terwakili oleh anggota DPR semakin melemah belakangan ini sekalipun DPR telah menambah 15 anggota menjadi 575 orang.

Seharusnya ada penguatan representasi dan keterwakilan rakyat di Senayan. Tapi nyatanya gejolak di tengah masyarakat tak terasa mengguncang perdebatan di DPR.

Begitu kata mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dalam akun Twitter pribadinya, Kamis (31/12).


Kata Fahri, seharusnya apa yang bergejolak di tengah rakyat juga bergejolak di Senayan. Apapan caranya, harus ada sambungan aspiratif.

“Inilah cara kerja fungsi representasi dalam demokrasi. Makanya mereka disebut ‘wakil rakyat’. Mereka tidak saja mewakili tapi harus nampak mewakili,” tegasnya.

Dalam sistem di Indonesia, semua anggota DPR adalah oposisi. Sebab presiden dan kabinetnya adalah “ruling majority”.

Meski ketua parpol banyak yang masuk kabinet, anggota DPR tetap harus sadar bahwa kontrak mereka dengan rakyat. Jadi suara parpol kalah di hadapan aspirasi rakyat pemilih mereka.

“Sekali lagi, fungsi ini tidak bisa diganti dengan berbicara di media massa dan media sosial. Memang masih mendingan daripada yang diam sama sekali. Tapi, fungsi bertanya, berpendapat ada salurannya untuk memiliki kekuatan investigatif agar penyelenggara negara tidak menyimpang,” tegasnya.

“Kita berharap, tahun 2021 besok anggota @DPR_RI dan anggota legislatif umumnya menemukan kembali jati diri dan fungsinya sebagai ‘wakil rakyat’,” tutup wakil ketua umum Partai Gelora itu.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya