Berita

Lieus Sungkharisma/Net

Politik

Minta Perpecahan Disudahi, Lieus Sungkharisma Tulis Surat Terbuka Untuk Presiden Jokowi

SELASA, 29 DESEMBER 2020 | 23:18 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Peta politik Indonesia sudah berubah. Polarisasi Pilpres 2019 seolah telah disudahi dengan masuknya dua rival Joko Widodo-Maruf Amin ke dalam Kabinet Indonesia Maju.

Atas dasar itu, Lieus Sungkharisme sebagai rakyat biasa memuji langkah Jokowi menggandeng Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno masuk dalam kabinet.

Namun lebih dari itu, melalui sebuah surat terbuka, Lieus meminta Presiden Joko Widodo untuk menyudahi beragam upaya yang berpotensi menimbulkan perpecahan kembali.


Salah satunya masalah sengketa lahan Hak Guna Usaha (HGU) PT Perkebunan Nasional (PTPN) VIII yang di atasnya berdiri Pondok Pesantren Markaz Syariah pimpinan Habib Rizieq Shihab.

Lieus meminta agar pemerintah membiarkan tanah itu diduduki pondok pesantren yang sebenarnya juga tengah membantu pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Berikut isi surat terbuka dari Lieus Sungkharisma untuk Presiden Joko Widodo:  

Jakarta, 29 Desember  2020

Kepada Yang Mulia:
Bapak Presiden Republik Indonesia
Ir. H. Joko Widodo
Di Istana


Dengan hormat,

Sebelumnya, saya berharap Bapak Presiden sekeluarga selalu sehat sehingga bisa menjalankan aktivitas keseharian dengan baik.

Perkenalkan, saya seorang rakyat biasa, Lieus Sungkharisma yang pernah menemani Bapak bersama-sama menemui para tukang parkir dan pedagang kaki lima di daerah Gajah Mada, Jakarta Barat, ketika Bapak baru datang dari Solo ingin menyerap aspirasi masyarakat akar rumput untuk menjadi pertimbangan Bapak ketika hendak maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta.

Puji Tuhan Yang Maha Kuasa, Bapak berhasil menjadi Gubernur DKI Jakarta dan bahkan kini menjadi Presiden Republik Indonesia selama dua periode. Sebuah prestasi anak bangsa yang bisa dijadikan teladan untuk generasi muda selanjutnya.

Di bawah kepemimpinan Bapak Presiden, disadari atau tidak, bangsa ini sedang mengalami keretakan antar masyarakat dikarenakan perbedaan pilihan calon presiden. Masyarakat yang memilih Bapak dan Kyai Maruf dan masyarakat yang memilih Pak Prabowo dan Bang Sandiaga. Bahkan sampai sekarang istilah cebong dan kampret masih ada. Tentunya ini sangat tidak sehat dalam kehidupan bermasyarakat.

Saya cukup senang ketika Bapak mengajak Pak Prabowo masuk ke dalam kabinet sebagai Menteri Pertahanan membantu Bapak. Harapan saya keretakan diantara masyarakat akan berkurang. Namun nyatanya juga masih ada.

Harapan baik kembali hadir, ketika Bapak mereshuffle kabinet dan memasukkan Bang Sandiaga Uno sebagai pembantu Bapak di Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif. Inilah saatnya melupakan No 1 dan No 2 yang ada adalah No 3 PERSATUAN INDONESIA, karena kedua calon presiden dan calon wakil presiden yang tadinya bersaing kini telah bersama-sama.

Tentunya ini sebuah keputusan yang baik buat seluruh rakyat Indonesia. Di akhir tahun 2020 ini saya selaku rakyat mempunyai harapan dan berdoa kepada Sang Maha Kuasa, agar Bapak Presiden, Ir. H. Joko Widodo, Bapak Wakil Presiden Prof. Dr (HC). KH. Ma’ruf Amin, Bapak Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Bapak Menteri Pariwisata dan Industri Kreatif Sandiaga Uno bisa BERSAMA-SAMA BANGUN BANGSA agar Bangsa Indonesia ini mampu mengatasi wabah Covid 19, mengentaskan kemiskinan dan mampu mensejahterakan rakyat Indonesia.

Musuh kita sekarang ini adalah Covid 19, kemiskinan dan kebodohan. Saya sangat yakin, ketika empat orang putra terbaik Bangsa Indonesia ini bersatu, akan membawa dampak dan perubahan yang lebih baik sehingga bisa dirasakan rakyat Indonesia.

Mari kita sudahi hal-hal yang akan menimbulkan perpecahan dan keresahan masyarakat. Saatnya kami rakyat Indonesia bersatu seperti yang telah Bapak pelopori dan mendukung hal-hal yang bisa menguatkan Keindonesiaan kita bersama yang saling menghargai dan menghormati.

Hal-hal yang baik, seperti kegiatan yang mencerdaskan anak bangsa tentunya harus kita dukung dan dorong untuk kebaikan bersama. Sepertinya halnya adanya pesantren di Mega Mendung yang berdampingan tidak jauh dengan komplek gereja juga keinginan kami dari umat Buddha yang memiliki lahan dari PTPN di sekitar wilayah tersebut seluas kurang lebih 15 hektare untuk kami dirikan Vihara. Ini adalah potret Indonesia kecil yang tumbuh bersama dan saling menghormati dan menghargai tanpa adanya diskriminasi.

Akhirnya, saya berharap pada tahun 2021 dibawah Kepemimpinan Bapak dan Kyai Maruf dan dibantu Bapak Prabowo Subianto dan Bapak Sandiaga Uno, Indonesia akan tumbuh menjadi bangsa yang maju dan cinta damai. Pemimpinan Berbudi Luhur, Rakyatnya Hidup Makmur.

Salam dari rakyat yang ingin Indonesia Damai

Lieus Sungkharisma


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya