Berita

Designer kawakan Pierre Cardin meninggal dunia pada usia 98 tahun/Net

Dunia

Mengenang Sang Legenda Fashion Dunia, Pierre Cardin Dalam Karya

SELASA, 29 DESEMBER 2020 | 22:26 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perancang busana kawakan asal Prancis Pierre Cardin tutup usia awal pekan ini (Selasa, 29/12). Dia meninggal pada usia 98 tahun.

Kabar duka itu pertama kali diumumkan oleh Akademi Seni Rupa Prancis dalam sebuah pernyataan di Twitter.

"Sekretaris Abadi, Laurent Petitgirard dan anggota Akademi Seni Rupa sangat sedih mengumumkan kematian rekan mereka Pierre Cardin. Dia telah terpilih pada 12 Februari 1992 sebagai ketua Pierre Dux," begitu bunyi pengumuman tersebut, seperti dikabarkan CNN.


Cardin merupakan salah satu legenda dalam industri fashion dunia. Karyanya tidak lekang dimakan zaman dan banyak dipuja serta dikenakan oleh model, selebriti, penyanyi hingga tokoh papan atas. Sebut saja Elizabeth Taylor, Barbra Streisand, Jeanne Moreau, Jackie Kennedy, Charlotte Rampling, The Beatles, dan Rolling Stones.

Mengenal lebih dekat Pierre Cardin

Pria kelahiran 1922 di San Biagio di Callalta, yakni sebuah kota kecil di timur laut Italia ini, diketahui memiliki nama Pietro. Namun dia kemudian lebih dikenal sebagai Pierre setelah keluarganya pindah ke Prancis untuk melarikan diri dari fasisme dua tahun kemudian.

Terjun ke dunia fashion

Sebagai seorang pemuda, langkah pertamanya ke dunia fashion bertepatan dengan kepindahannya ke Paris. Pada saat itu, proyek pertama yang dia kerjakan adalah kostum versi film Jean Cocteau dari "Beauty and the Beast".

Kemudian pada tahun 1946, dia dipekerjakan sebagai penjahit oleh mentor berikutnya, Christian Dior, yang baru saja membuka rumah adibusana di Paris.

Empat tahun kemudian, pada usia 28 tahun, Cardin mendirikan merek fashionnya sendiri. Dia pertama kali merancang kostum teater, kemudian pindah ke Haute Couture pada tahun 1953.

Inovasi fashion


Cardin dikenal dengan keberaniannya mendobrak tradisi melalui desain futuristiknya. Dia juga memproduksi koleksi terkenal uniseks dan siap pakai, saat model pakaian semacam itu belum familiar di dunia fashion.

Salah satu karya terobosannya yang terkenal adalah gaun gelembung yang dia rancang pada tahun 1954. Disebut "gelembung" karena ada bentuk seperti gelembung di area antara pinggang dan garis tepi.

Gaun itu terbukti sukses secara komersial di seluruh dunia. Hal ini sekaligus membuka jalan untuk serangkaian inovasinya di dunia mode.

Cardin kemudian berinovasi untuk membuat pakaian desainer lebih mudah diakses. Karena itulah dia meluncurkan koleksi pakaian siap pakai pertamanya di department store Printemps di Paris pada tahun 1959.

Langkah ini dianggap memalukan oleh sesama designer dan hal tersebut membuat Cardin dikeluarkan dari Chambre Syndicale, yakni badan yang mengatur adibusana Prancis.

Namun hal tersebut tidak lantas membuatnya berhenti berkarya. Hingga. Cardin berhasil menjadi salah satu desainer asing pertama yang membuka toko di Jepang, China, dan Rusia.

Dia memelopori branding modern dengan meminjamkan namanya ke berbagai produk, termasuk parfum, jam tangan, rokok, dan bahkan wajan.

Kemudian pada tahun 1960an, Cardin menggabungkan minatnya untuk eksplorasi ruang angkasa dengan ketertarikan pada kain dengan menciptakan koleksi uniseks zaman antariksa yang inovatif.

Setelah bertahun-tahun konsisten berkarya di dunia fashion, Cardin berhasil membangun nama yang harum. Hal tersebut membuat dua negara asal Cardin, Italia. dan Prancis. menawarinya pengakuan.

Pada tahun 1987, Italia menamai Cardin sebagai Perwira Agung Order of Merit Republik Italia, sedangkan pada tahun 1991, Prancis menjadikan Cardin sebagai Pejabat Legiun Kehormatan. Pada tahun yang sama, UNESCO juga menjadikan desainer sebagai duta niat baik.

Kini Cardin telah menghembuskan napas terakhir. Namun karyanya akan dikenang sepanjang masa.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Dirgahayu Pandeglang ke-152, Gong Salaka!

Rabu, 01 April 2026 | 18:04

Klaim Nadiem Dipatahkan Jaksa: Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan

Rabu, 01 April 2026 | 18:03

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Macet, Legislator Golkar Koordinasi dengan APH

Rabu, 01 April 2026 | 17:40

Pariwisata Harus Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 01 April 2026 | 17:24

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Rabu, 01 April 2026 | 17:03

Purbaya Pede Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Rabu, 01 April 2026 | 17:00

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sulit Dihindari

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Menaker Yassierli Imbau Swasta dan BUMN Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Selisih Harga BBM Nonsubsidi Ditanggung Pertamina

Rabu, 01 April 2026 | 16:44

Selengkapnya