Berita

Presiden AS Donald Trump yang akan meniggalkan kekuasaannya pada Januari 2021/Net

Dunia

Media Kesayangan Trump: Pak Presiden, Sudah Waktunya Mengakhiri Sandiwara Kelam Ini

SELASA, 29 DESEMBER 2020 | 15:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Upaya tak kenal lelah Presiden AS Donald Trump untuk membatalkan hasil pemilu 3 November mendapat teguran. Teguran itu justru datang dari salah satu media pendukung setia Trump, New York Post.

“Pak Presiden, ini waktunya untuk mengakhiri sandiwara kelam ini,” tulis dewan redaksi tabloid New York City di halamn depan edisi Senin (28/12).

Surat kabar itu, yang selama ini selalu mendukung Trump sebagai presiden, memberi tahu Trump untuk ‘menyerah’, seraya menambahkan kata “demi Anda dan bangsa.”


Trump adalah pembaca tetap New York Post. Ketika Trump menghentikan langganan media untuk Gedung Putih, hanya Post yang tetap dipertahankannya. Setiap edisinya, Post tetap mengunjungi Trump di Gedung Putih selama masa kepresidenannya.

Dilapokan SCMP, Selasa (29/12), sebelum pemilihan, seorang kolumnis dari surat kabar milik Rupert Murdoch itu bahkan pernah menyebut Trump sebagai “pahlawan tak terkalahkan”. Surat kabar itu juga telah membuat keputusan kontroversial untuk mempublikasikan pengungkapan konten laptop yang dikatakan milik putra Presiden terpilih Joe Biden, Hunter - informasi yang menurut Post disediakan oleh pengacara Trump, Rudy Giuliani.

Sejak kemenangan Joe Biden, bagaimanapun, Post telah mundur dari Trump. Termasuk tidak ikut mendukung klaim tak berdasar soal penipuan pemilihan.

“Anda memiliki hak untuk menyelidiki pemilihan. Tapi mari kita perjelas, upaya itu tidak menemukan apa-apa,” kata Post, Senin (28/12).

“Ambil dua contoh saja: Kampanye Anda menghabiskan dana sebesar 3 juta dolar AS untuk penghitungan ulang di dua kabupaten Wisconsin, dan Anda kalah dengan 87 suara lagi. Georgia melakukan dua penghitungan ulang negara bagian, setiap kali menegaskan kemenangan Biden. Surat suara ini dihitung dengan tangan, yang membantah klaim konspirasi Kraken yang memanipulasi suara Venezuela.”

Makalah ini selanjutnya mengkritik beberapa nasihat yang dia terima baru-baru ini dan beberapa penasihatnya.

“Sidney Powell adalah orang gila. Michael Flynn menyarankan darurat militer sama saja dengan pengkhianatan,” kata surat kabar itu, merujuk pada pengacara Texas dan mantan penasihat keamanan nasional Trump. “Ini memalukan.” 

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Dua Nama Hilang dari Daftar Calon BPK

Kamis, 10 September 2026 | 00:17

UAG Perkuat Sekolah Rakyat dan Talenta Halal Nasional

Kamis, 10 September 2026 | 00:06

Langkah Berani Gubernur Sultra Tertibkan Aset Usik Zona Nyaman Oknum Tertentu

Rabu, 09 September 2026 | 23:52

DPRD DKI Dukung Perluas Program Pendidikan bagi Santri Perkotaan

Rabu, 09 September 2026 | 23:32

Salat Istisqa Digelar di Lahat, Bursah Zarnubi Mohon Hujan segera Turun Merata

Rabu, 09 September 2026 | 23:22

DPR Dorong Pembangunan dari Desa Lewat Rakernas AKSI

Rabu, 09 September 2026 | 23:20

Rosan Roeslani Masuk Dua Besar Menteri Berkinerja Terbaik

Rabu, 09 September 2026 | 23:00

DPR: Kalau Ada Laporan Masyarakat, Polri Tak Perlu Ragu

Rabu, 09 September 2026 | 22:59

Jangan Sampai Indonesia jadi Sasaran Empuk Jaringan Narkoba Internasional

Rabu, 09 September 2026 | 22:45

Mantan Napi KDRT Diduga Kriminalisasi Istri Lewat Kesaksian Palsu ART

Rabu, 09 September 2026 | 22:31

Selengkapnya