Berita

Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid/Net

Politik

Keputusan Pemerintah Larang WNA Masuk Indonesia Sudah Tepat

SELASA, 29 DESEMBER 2020 | 08:45 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Keputusan pemerintah melarang warga negara asing  (WNA) masuk wilayah Indonesia dinilai sudah tepat. Apalagi larangan itu bertujuan untuk mencegak penularan varian baru virus corona.

Penilaian tersebut sebagaimana disampaikan Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid setelah mencermati peningkatan penyebaran Covid-19 di sebagian besar negara Inggris dan Eropa, serta negara-negara lain.

“Jadi sudah tepat untuk menutup lebih dahulu terhadap WNA," katanya kepada wartawan, Selasa (29/12).


Politisi Golkar itu bahkan meminta agar kebijakan ini dilaksanakan dengan baik oleh semua pihak yang memiliki peranan penting di pintu masuk Indonesia, seperti Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM.

Dia berharap ada evaluasi berkala untuk mengambil keputusan memperpanjang atau melonggarkan aturan tersebut.

"Kita lihat kembali dalam 14 hari apakah sudah dapat dilonggarkan atau diperpanjang,” tutupnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya