Berita

Mantan Mensos Juliari Batubara mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK/RMOL

Hukum

Soal Investigasi Suap Bansos Covid-19 Mengalir Ke PDIP, Ilham Bintang: Yang Dilakukan Tempo Sesuai Kaidah Jurnalistik

SELASA, 29 DESEMBER 2020 | 01:21 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Investigasi Majalah Tempo terkait munculnya nama sejumlah politikus PDI Perjuangan dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) Covid-19 yang menjerat eks Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara dinilai sudah melalui proses jurnalistik yang benar sesuai kode etik jurnalistik.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Kehormatan PWI Ilham Bintang dalam wawancara khusus bersama Bambang Sadono bertajuk "Konflik Media" dalam siaran Youtube 'Inspirasi Untuk Bangsa', pada Senin malam (28/12).

"Kami tetap berpegang bahwa apa yang dilakukan Tempo sesuai dengan prinsip-prinsip kerja profesional, mematuhi kaidah jurnalistik. Oleh karena itu kita berpegang bahwa itu benar sebagai fakta media," kata Ilham Bintang.


Sebab, sambungnya, Tempo hanya menyajikan fakta media dan melakukan verifikasi berlapis-lapis hingga menerbitkan hasil investigasinya tentang kasus dugaan korupsi dana bansos Covid-19 tersebut.

"Tempo sudah memenuhi kewajibannya untuk melakukan konfirmasi me-rechek kebenaran temuannya itu kepada orang yang memang sebenarnya punya hak untuk mengklarifikasi itu. Mereka (Tempo) sudah melakukan verifikasi berlapis-lapis lho," tegas Ilham Bintang.

Ilham menjelaskan, fakta yang disajikan Majalah Tempo itu merupakan fakta media dan bisa dipertanggungjawabkan.

Fakta media yang dimaksud, kata Ilham, yakni fakta tetapi tidak mempunyai bukti materil tapi telah melalui proses jurnalistik yang baik dan benar.

"Jadi, kalau mau diuji nanti fakta hukumnya di pengadilan. Fakta media, karena ada istilahnya fakta tapi tidak punya bukti materil. Karena itu kan dagang kekuasaan. Ini kan tidak bisa dibuktikan secara materil," jelasnya.

"Maksud saya fakta media itu menurut protapnya dia check and rechek apa segala macam, dia mintai keterangan, konfirmasi, tidak dijawab, ya dia turunkan berita itu. Jadi, Tempo itu yang pertama harus kita hargai bahwa dia sudah menggunakan melaksanakan kewajibannya meminta klarifikasi dari orang yang mestinya punya hak untuk menjelaskan itu," imbuh Ilham Bintang.

Adapun, terkait adanya sejumlah pihak yang meragukan hasil investigasi Majalah Tempo lantaran menuntut bukti materil dari pemberitaan munculnya nama putera Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani itu bisa dibuktikan di pengadilan nanti.

Meskipun, Tempo sudah berkali-kali melakukan klarifikasi namun justru tidak mendapat jawaban dari pihak yang bersangkutan.   

"Ada banyak kasus yang diungkap dibongkar oleh Tempo itu dibantah, tapi ternyata terbukti di pengadilan. Jadi saya percaya Tempo. Dengan catatan sebagai fakta media," ujar wartawan senior ini.

"Tempo melaksanakan kewajibannya meminta klarifikasi dari orang yang mestinya punya hak untuk menjelaskan itu. Tapi yang punya hak menjelaskan tidak menjelaskan. Sehingga buat saya Tempo sudah memenuhi kewajibannya karena dia hubungi, kan gitu. Jadi, sudah punya itikad baik untuk mengkonfirmasikan temuannya itu," demikian Ilham Bintang.

Diberitakan Majalah Tempo, Tim khusus Menteri Sosial Juliari Batubara diduga menampung fee dari perusahaan yang ditunjuk untuk mengadakan bantuan sosial bahan kebutuhan pokok.
Mereka menunjuk perusahaan yang belum lama berdiri sebagai pemenang. Paket bantuan itu disebut-sebut dikuasai sejumlah politikus dan pejabat negara. Duit suap disinyalir mengalir kepada calon kepala daerah dari PDI Perjuangan.

Bahkan, Juliari Batubara dan tim khususnya juga menunjuk rekanan untuk memproduksi goodie bag yang akan diproduksi oleh PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex. Masuknya nama Sritex merupakan rekomendasi putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka.

Juliari saat bertandang ke luar kota juga menggunakan sewa jet pribadi berkisar Rp 40 juta per jam. Ia menggunakan pesawat carteran itu saat berkunjung antara lain ke Kendal, Jawa Tengah; Medan; Bali; dan Malang, Jawa Timur.

Tak hanya untuk membayar jet pribadi, duit suap diduga juga mengalir buat memenangkan calon kepala daerah dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam Pilkada yang digelar 9 Desember lalu.

Juliari diduga bertemu dengan salah satu anggota staf Ketua PDI Perjuangan Puan Maharani berinisial L. Dalam pertemuan itulah duit miliaran rupiah diserahkan kepada perempuan tersebut.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya