Berita

Gerakan mendukung para aktivis 'Hong Kong 12'/Net

Dunia

Jelang Persidangan, AS Desak China Bebaskan Aktivis 'Hong Kong 12'

SENIN, 28 DESEMBER 2020 | 13:18 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) mendesak China untuk membebaskan 'Hong Kong 12' atau para aktivis pro-demokrasi Hong Kong yang akan menghadapi persidangan pada awal pekan ini.

Desakan itu disampaikan oleh Kedutaan Besar China di Beijing dalam sebuah pernyataannya yang dirilis pada Senin (28/12).

"Yang mereka sebut 'kejahatan' adalah melarikan diri dari tirani. Komunis China tidak akan berhenti untuk mencegah rakyatnya mencari kebebasan di tempat lain," begitu pernyataan kedutaan yang dikutip AFP.


Sepuluh dari 12 aktivis tersebut diketahui akan menghadapi peradilan di Pengadilan Rakyat Distrik Yantian di Shenzhen pada Senin sore.

Mereka menghadapi dakwaan terkait dengan penyeberangan perbatasan ilegal, di mana otoritas China menahan mereka ketika berusaha melarikan diri ke Taiwan.

Pada 23 Agustus, otoritas China mencegat kapal mereka. Delapan di antaranya mereka dituduh melakukan pelintasan perbatasan secara ilegal, sementara dua lainnya diduga mengatur agar yang lain melintasi perbatasan.

Mereka yang mengatur pelarian diri menghadapi ancaman hubungan tujuh tahun penjara. Sementara 10 orang menghadapi peradilan, dua anak di bawah umur menerima audiensi non-publik.

Keluarga terdakwa, yang termuda berusia 16 tahun, telah menyerukan sidang di pengadilan Shenzhen untuk disiarkan langsung, setelah mereka tidak dapat hadir karena pemberitahuan singkat untuk persidangan dan persyaratan Covid-19.

Mereka hanya diberitahu tentang tanggal persidangan pada Jumat (25/12), sementara pengacara mereka dilarang bertemu dengan para tahanan. Pihak berwenang malah menunjuk perwakilan hukum yang disetujui negara.

Dalam surat bersama yang dirilis pada akhir pekan, keluarga mengutuk keras keputusan pihak berwenang untuk mengadakan persidangan secara rahasia de facto di Pengadilan Rakyat Distrik Yantian.

"Kami mendesak pemerintah untuk mengirim personel kedutaan ke sidang untuk menjamin pengadilan yang layak dan adil oleh pengadilan di Shenzhen," kata mereka, mencatat bahwa mereka yang ditahan termasuk warga negara Inggris, Portugis dan Vietnam.

Kelompok hak asasi manusia Amnesty International juga sudah menyatakan kecaman terhadap penangkapan para aktivis tersebut. Amnesty International menyebut kecil kemungkinan para aktivis akan mendapat pengadilan yang adil.

"Mereka sejauh ini telah dirampas hak-hak dasarnya, termasuk hak untuk membela diri melalui perwakilan hukum yang mereka pilih sendiri," kata Manajer Program Amnesty Hong Kong, Lam Cho Ming.

Penangkapan dan peradilan terhadap para aktivis itu dilakukan setelah Beijing memberlakukan UU keamanan nasional di Hong Kong sejak akhir Juni.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya