Berita

Bendera China/Net

Bisnis

2028: China Geser AS Jadi Nomor Satu Kekuatan Ekonomi Terbesar Dunia, Disusul India-Jepang-Jerman Dan Inggris

SENIN, 28 DESEMBER 2020 | 12:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

China akan mengambil alih posisi Amerika Serikat sebagai negara ekonomi terbesar dunia.

Sebuah lembaga pemikir AS mengatakan dalam sebuah laporan terbarunya, bahwa China akan menjadi ekonomi terbesar di dunia pada 2028, lima tahun lebih awal dari perkiraan sebelumnya, merujuk pada  pemulihan yang kontras di kedua negara dari pandemi Covid-19.

Pusat Penelitian Ekonomi dan Bisnis (CEBR) dalam laporan tahunan yang diterbitkan pada hari Sabtu (26/12), mengatakan untuk beberapa waktu tema umum ekonomi global telah menjadi diskusi.


Penanganan pandemi menjadi salah satu penyebab melemahnya ekonomi AS, sementara China yang telah lebih dulu bangkit dari kerusakan pandemi akan melesat dengan kekuatannya.
“Pandemi Covid-19 dan kejatuhan ekonomi yang terkait tentu saja membuat persaingan ini menguntungkan China,” isi dari pernyataan penelitian itu, yang dikutip dari Reuters.

Sementara, BBC melaporkan, CEBR yang berbasis di Inggris mengatakan bahwa China telah melakukan pengelolaan Covid-19 yang cekatan, membuat peningkatkan pertumbuhan ekonomi merangkak cepat dibandingkan dengan AS dan Eropa di tahun-tahun mendatang.

China tampaknya menetapkan pertumbuhan ekonomi rata-rata 5,7 persen setahun dari 2021 hingga 2025 sebelum melambat menjadi 4,5 persen setahun dari 2026 hingga 2030.

Dalam laporan itu juga disebutkan Jepang akan tetap menjadi ekonomi terbesar ketiga di dunia sampai awal 2030-an, dan akan digeser posisinya dengan India.

Pergeseran itu akan membuat Jerman turun dari peringkat keempat menjadi kelima. Inggris, yang saat ini merupakan ekonomi terbesar kelima menurut ukuran CEBR, akan turun ke posisi keenam mulai tahun 2024.

CEBR juga mengatakan bahwa dampak pandemi pada ekonomi global kemungkinan akan muncul dalam inflasi yang lebih tinggi, bukan pertumbuhan yang lebih lambat.

“Kami melihat siklus ekonomi dengan kenaikan suku bunga pada pertengahan 2020-an,” katanya, menimbulkan tantangan bagi pemerintah yang telah meminjam secara besar-besaran untuk mendanai tanggapan mereka terhadap krisis Covid-19.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Polisi Pastikan Pengemudi Pikap yang Tabrak Petugas di Gerbang DPR Mabuk Alkohol

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:26

Wakil Presiden Tanzania Emmanuel Nchimbi Mundur Usai Berselisih dengan Presiden

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:18

Wall Street Melemah, Investor Cermati Pidato Kevin Warsh

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:14

Dony Oskaria Bongkar Penataan BUMN: 290 Selesai, 254 Jadi Target

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:03

Banjir Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Paus Leo XIV Kirim Doa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:46

Saham Eropa Melesat Cantik Dipimpin Sektor Mewah dan Perbankan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:34

Dua Sumur Baru PHSS di Struktur Semberah Lampaui Target Produksi Migas

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:19

PKM Dorong Keluarga Muba Naik Kelas, Rp25 Juta Jadi Modal Kemandirian Ekonomi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:07

Ichsanuddin Noorsy dan Pemikiran Ekonomi Konstitusi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:54

MBG Jadi Bantalan Ekonomi Masyarakat Bawah, Kritik jadi Evaluasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:46

Selengkapnya