Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Tragis, Bocah 9 Tahun Dihukum Pengadilan Karena Tak Lunasi Utang Sang Ayah Yang Sudah Meninggal

SENIN, 28 DESEMBER 2020 | 12:17 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Seorang bocah perempuan berusia sembian tahun dinyatakan bersalah oleh pengadilan China karena gagal membayar utang ayahnya yang sudah meninggal.

Bocah tersebut adalah Chen Man. Pada 2019, pengadilan di Provinsi Henan menyatakan Chen bertanggung jawab atas utang ayahnya. Di mana utang tersebut terkait dengan perselisihan finansial dengan seorang pria bernama Wang yang membeli flat dari ayah Chen senilai 84 ribu dolar AS.

Wang mengaku tidak pernah menerima hak hukum atas flat tersebut. Sementara ayah Chen dijatuhi hukuman mati pada 2013 karena membunuh ibu dan nenek Chen pada tahun sebelumnya.


Wang kemudian menuntut Chen untuk membayar utang ayahnya. Pengadilan memenangkan tuntutan Wang dan menuntut Chen melunasi utang ayahnya.

Ketika itu Chen tidak mengetahui tuntutan hukum yang diberikan padanya karena sang kakek yang menangani masalah tersebut hingga akhirnya tidak dapat meluncasi utangnya.

Pada November 2020, setelah gagal memenuhi tuntutan, pengadilan menempatkan Chen pada daftar pengeluaran terbatas. Ia dilarang dari aktivitas kosumsi tingkat tinggi seperti bepergian dengan pesawat, kereta api, hingga check-in di hotel.

Seiring dengan pemberlakuan hukuman itu, surat kabar Southern Weekend menyoroti penderitaan Chen. Di dalamnya juga berisi tragisnya hidup Chen yang kehilangan banyak anggota keluarga, seperti dikutip South China Morning Post, Senin (28/12).

Publikasi itu kemudian memicu kegeraman dari publik hingga akhirnya pengadilan mencabut hukuman tesebut. Dua hari setelah publikasi dari Southern Weekend, pengadilan menyampaikan permintaan maaf secara online.

"Kami meminta maaf telah menempatkan anak-anak pada perintah pembatasan pengeluaran, bertentangan dengan semangat badan legislatif terkait," demikian pernyataan pengadilan.

Pengacara pembela kriminal yang berbasis di Beijing, David Zhou mengatakan keputusan pengadilan memberikan hukuman pada Chen menunjukan bahwa mereka tidak menyelidiki secara menyeluruh kasus tersebut.

"Berkat eksposur media, pengadilan membatalkan keputusannya," ucap Zhou.

"Pengadilan China dapat memutuskan sendiri, tanpa kehadiran terdakwa atau pengacara mereka, apakah akan mengeluarkan perintah pembatasan pengeluaran. Ini menempatkan terdakwa pada posisi yang rawan," tambahnya.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya