Berita

Ledakan di Nashville/Net

Dunia

Sehari Pasca Ledakan Nashville, FBI Masih Kebingungan Cari Motif Dan Pelaku

MINGGU, 27 DESEMBER 2020 | 08:45 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat (AS) masih melakukan penyelidikan atas ledakan yang terjadi di pusat kota Nashville pada hari Natal.

Walaupun sudah 24 jam ledakan terjadi, FBI pada Sabtu (27/12) mengaku masih sulit menentukan motif pelaku. Sejauh ini pun belum ada penangkapan yang dilakukan meski beberapa orang diselidiki.

Ledakan sendiri terjadi dari kendaraan rekreasi RV yang berada di jalan 166 2nd Ave yang sepi.


Setelah ditelusuri, gambar Google Maps menunjukkan, kendaraan rekreasi resupa juga pernah diparkir di suatu halaman belakang saat foro diambil pada Mei 2018. Saat ini FBI tengah melakukan penyelidikan di rumah terkait.

Jurubicara kepolisian Don Aaron menyebut, ledakan terjadi pada pagi hari dengan cukup kuat karena dapat menghancurkan kaca serta bangunan lainnya. Sebuah gedung AT&T ikut rusak, dan setidaknya tiga orang yang dinyatakan terluka.

Agen khusus FBI Douglas Korneski mengatakan situasi cukup mencurigakan karena terdengar peringatan 15 menit sebelum ledakan yang mendesak penduduk setempat mengungsi.

Sejauh ini FBI belum menemukan pengemudi atau pemilik RV. Mereka juga masih belum memastikan apakah ada orang di dalam ketika ledakan terjadi.

Sejauh ini pihak berwenang sudah menerima sekitar 500 panggilan terkait ledakan Nashville.

"Ini hanya akan memakan waktu,” kata Korneski, seperti dikutip Associated Press.

Secara terpisah, Badan Manajemen Darurat Federal mengatakan terdapat sampel jaringan yang ditemukan di tempat kejadian yang diidentifikasi sebagai sebagai sisa-sisa tubuh manusia. Para pejabat mengatakan mereka sedang bekerja keras untuk mengidentifikasi milik siapa jenazah itu.

Seiring dengan dilakukannya penyelidikan, Walikota John Cooper sudah memberlakukan jam malam hingga Minggu (27/12), dan membatasi akses publik ke daerah tersebut, di mana 40 bangunan terpengaruh.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya