Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Iran Menghukum Gantung Militan Etnis Baluch Pembunuh Dua Anggota Pengawal Revolusi Islam

SABTU, 26 DESEMBER 2020 | 16:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pengadilan Iran mengeksekusi mati seorang militan etnis Baluch pada hari Sabtu (26/12) atas kejahatannya menembak mati dua Pengawal Revolusi Islam (IRGC) lima tahun lalu.

Situs berita resmi pengadilan Mizan melaporkan bahwa Abdulhamid Mir Baluchzehi, yang dikenal sebagai Owais, salah satu pelaku operasi 2015, “digantung pagi ini setelah prosedur hukum” di Zahedan di tenggara provinsi Sistan-Baluchestan, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (26/12).

Dikatakan Mir Baluchzehi adalah anggota dari kelompok ekstremis Sunni Jaish al-Adl, atau Tentara Kehakiman. Atas kejahatannya dia didakwa dengan pasal tindakan bersenjata terhadap negara dan keanggotaan dalam kelompok anti-rezim.


Provinsi Sistan-Baluchestan yang dikenal miskin, yang berbatasan dengan Afghanistan dan Pakistan, telah lama menjadi tempat bentrokan yang sering terjadi antara pasukan keamanan dan militan Sunni serta penyelundup narkoba. Penduduk provinsi ini didominasi oleh Muslim Sunni, sedangkan sebagian besar orang Iran adalah Syiah.

Jaish al-Adl, yang mengatakan mereka mencari hak yang lebih besar dan kondisi kehidupan yang lebih baik bagi etnis minoritas Baluchis, telah mengaku bertanggung jawab atas beberapa serangan dalam beberapa tahun terakhir terhadap pasukan keamanan Iran di provinsi tersebut.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya