Misa Natal secara daring/Net
Di masa pandemi Covid-19 sebagian besar umat Kristiani menjalani ibadah melalui daring atau online dengan akses live streaming dari salah satu website.
Hal tersebut bertujuan untuk tidak menimbulkan kerumunan dalam gedung gereja guna mengantisipasi penyebaran Covid-19.
Tentu hal ini membuat pengalaman tersendiri bagi umat yang baru kali pertama merayakan Natal dengan beribadah di dalam rumah.
Salah satunya Aga (25), guru SD asal Bintaro ini mengaku baru pertama kali merayakan misa Malam Natal melalui siarang YouTube atau online.
"Untuk Misa Natal memang baru pertama kali secara online, Misa Paskah bulan April kemarin juga online. Jadi ya jalani sesuai keadaan saja," kata Aga kepada
Kantor Berita RMOLJakarta, Sabtu (26/12).
Memang perbedaan paling menonjol dalam menjalani ibadah dari rumah adalah lokasi.
Selain lokasi, Aga menyebut biasanya Natal juga menjadi momen bertemu sanak saudara bahkan teman lama.
Namun, di masa pandemi ini pertemuan dengan kawan lama Aga siasiati melalui video call WhatsApp atau zoom meeting.
"Kalau dulu setelah misa suka nyapa temen, kumpul bareng temen di tempat makan. Sekarang habis misa nyapa temen lewat discord, zoom atau yang lainnya sambil main game," tuturnya.
Meski begitu, Aga mengatakan ibadah di rumah bisa lebih mendekatkan anggota keluarga satu dengan yang lain.
Contohnya, sebelum misa dimulai anggota keluarga di rumah membersihkan ruang tamu yang akan dipakai jadi lokasi misa.
Bahkan, sekedar menyiapkan lilin atau patung untuk ibadah.
"Bisa bareng-bareng sebelum misa itu ada yang nyapu, ngepel, jadi dikerjain bersama," ucap Aga.
Dengan begitu, komunikasi yang sehari-hari tidak terjalin akibat kesibukan masing-masing, kini sedikit demi sedikit mulai terbangun.
Berjalannya ibadah dari rumah, menurut Aga tidak masalah, sebab yang terpenting adalah niat serta kekhusukan dalam mengikuti ibadah.
"Mau misa online atau langsung di gereja sama aja, yang penting tetap hidup sambil mengimani segala sesuatu yang diberikan Tuhan," tandas Aga.
Berbeda dengan Aga, Kevin (26) seorang pegawai swasta memilih pergi ke Yogyakarta saat iburan Natal tahun ini.
Kevin pergi bersama keluarganya untuk membatu acara pertunangan kawannya.
"Saya ke Jogja untuk menghadiri sekaligus membantu acara pertunangan teman saya," kata Kevin.
Namun, karena daerah di sana tidak bagus jaringan komunikasinya, ia bersama keluarga pergi ke arah kota untuk mendapat sedikit koneksi sinyal.
Benar saja, setelah mendapat lokasi yang tepat, ia bersama keluarga langsung merayakan misa dari dalam mobil.
Meski begitu, Kevin mengaku senang bisa menjalani pengalaman baru dan diberi kesempatan untuk turut merayakan ibadah Natal bersama keluarga.