Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Kisah Duka Di Hari Natal, Sendirian Setelah kehilangan Tunangan-Orangtua-Kakak Karena Covid-19

SABTU, 26 DESEMBER 2020 | 13:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perayaan Natal yang meriah tak lagi mewarnai seluruh dunia yang saat ini tengah tercekik pandemi yang belum berakhir.  Salah satu sudut Kota Meksiko punya cerita mengenai hal ini.

Tahun ini, keluarga di seluruh Meksiko mengurangi perayaan Natal untuk menghindari penyebaran virus corona, sementara yang lainnya menghabiskan liburan sendirian setelah kehilangan orang yang dicintai karena pandemi yang telah menewaskan lebih dari 120 ribu orang di negara itu.

Di Mexico City, seorang penghuni apartemen yang berprofesi sebagai pedagang kaki lima, Wendolin Garcia Ramos, menghiasi tempat tinggalnya dengan pohon natal dan dekorasi lampu Natal yang berwarna-warni. Tapi tahun ini dia hanya menghabiskan malam Natal sendirian setelah pandemi merenggut nyawa tunangannya, serta orangtua dan saudara laki-lakinya.


“Kami memiliki begitu banyak rencana,” katanya sambil menghapus air mata, dan berdiri di samping altar foto orang-orang terkasihnya yang sudah tiada.

“Tahun depan kami berencana menikah,” kenangnya sedih, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (26/12).

Kisah mengharukan lainnya meluncur dari Marcela Hernandez dan suaminya, Juan Carlos Roque. Mereka mengadakan makan malam kecil pada malam Natal bersama kedua anak mereka di rumah mereka di Negara Bagian Meksiko.

Mereka memutuskan melakukan video call dengan anggota keluarga lainnya, daripada mengambil risiko mengunjungi mereka.

“Sungguh tragis pada saat ini bagaimana keluarga kehilangan ibu, atau ayah, atau saudara laki-laki, atau anak-anak. Bagaimana beberapa keluarga benar-benar dipisahkan,” kata Juan Carlos Roque, yang pada Kamis (24/12) menerima salah satu dosis pertama dari vaksin virus corona yang diberikan di Meksiko.

Kementerian Kesehatan Meksiko Jumat (25/12) melaporkan 9.679 kasus infeksi virus corona baru yang dikonfirmasi serta  665 kematian tambahan, sehingga total di negara itu menjadi 1.372.243 kasus dan 121.837 kematian.

Pemerintah mengatakan jumlah sebenarnya orang yang terinfeksi kemungkinan jauh lebih tinggi daripada kasus yang dikonfirmasi.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya