Berita

Presiden China Xi Jinping/Net

Dunia

Diuntungkan Pademi, China Bakal Kalahkan AS Jadi Kekuatan Ekonomi Nomor Satu Dunia

SABTU, 26 DESEMBER 2020 | 12:47 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sebuah lembaga pemikir AS mengatakan dalam sebuah laporan terbarunya bahwa China akan mengambil alih posisi Amerika Serikat (AS) dan menjadi ekonomi terbesar di dunia pada 2028, lima tahun lebih awal dari perkiraan sebelumnya, merujuk pada  pemulihan yang kontras di kedua negara dari pandemi Covid-19.

“Untuk beberapa waktu, tema umum ekonomi global telah menjadi perebutan ekonomi dan kekuatan lunak antara Amerika Serikat dan China,” kata Pusat Penelitian Ekonomi dan Bisnis (CEBR) dalam laporan tahunan yang diterbitkan pada hari Sabtu (26/12).

“Pandemi Covid-19 dan kejatuhan ekonomi yang terkait tentu saja membuat persaingan ini menguntungkan China,” lanjut pernyataan yang dikutip oleh Reuters.


CEBR mengatakan, dengan melihat manajemen pandemi China yang terampil, dengan penguncian awal yang ketat, dan pertumbuhan jangka panjang di Barat berarti kinerja ekonomi relatif China telah meningkat.

China tampaknya menetapkan pertumbuhan ekonomi rata-rata 5,7 persen setahun dari 2021 hingga 2025 sebelum melambat menjadi 4,5 persen setahun dari 2026 hingga 2030.

Sementara Amerika Serikat kemungkinan akan mengalami rebound pasca pandemi yang kuat pada 2021, pertumbuhannya akan melambat menjadi 1,9 persen per tahun antara 2022 dan 2024, dan kemudian menjadi 1,6 persen setelah itu.

Untuk Jepang, mereka mencatat bahwa negara itu akan tetap menjadi ekonomi terbesar ketiga di dunia sampai awal 2030-an ketika nantinya akan diambil alih oleh India dan mendorong Jerman turun dari peringkat keempat menjadi kelima.

Inggris, yang saat ini merupakan ekonomi terbesar kelima menurut ukuran CEBR, akan turun ke posisi keenam mulai tahun 2024.

Namun, meskipun terpukul pada tahun 2021 karena keluarnya dari pasar tunggal Uni Eropa, PDB Inggris dalam dolar diperkirakan akan menjadi 23 persen lebih tinggi daripada Prancis pada tahun 2035, dibantu oleh kepemimpinan Inggris dalam ekonomi digital yang semakin penting.

Eropa menyumbang 19 persen dari output di 10 ekonomi global teratas pada tahun 2020 tetapi itu akan turun menjadi 12 persen pada tahun 2035, atau lebih rendah jika ada perpecahan sengit antara UE dan Inggris, kata CEBR.

CEBR juga mengatakan bahwa dampak pandemi pada ekonomi global kemungkinan akan muncul dalam inflasi yang lebih tinggi, bukan pertumbuhan yang lebih lambat.

“Kami melihat siklus ekonomi dengan kenaikan suku bunga pada pertengahan 2020-an,” katanya, menimbulkan tantangan bagi pemerintah yang telah meminjam secara besar-besaran untuk mendanai tanggapan mereka terhadap krisis Covid-19.

“Tapi tren mendasar yang telah dipercepat hingga saat ini menuju dunia yang lebih hijau dan lebih berbasis teknologi saat kita memasuki tahun 2030-an.”

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Gandeng Boulevard Coffee, Bank Syariah Nasional Perkuat Ekosistem Transaksi Masyarakat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 17:23

15 Tahun Mengaspal, 70 Mitra Driver Dapat Hadiah Umrah dari Gojek

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:11

AADI Laporkan Pengalihan Saham Hasil Buyback Lewat Bursa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:12

Kebakaran di Belakang RS PIK, Asap Tebal Membubung

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:11

Peradi Profesional Jakarta Dilantik, Harris Arthur: Integritas Adalah Marwah Advokat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:02

Purbaya Girang, Danantara Setor Dividen Rp120 Triliun ke Kas Negara

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:56

Chevron Siap Perluas Proyek Minyak di Venezuela

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:39

Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Operator Wajib Beri Pilihan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:26

Amandemen UUD 1945 Didahului Pemufakatan Jahat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:12

Aktivis Senior Ingatkan Sudah Saatnya Kembali ke UUD 1945 Asli

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 13:39

Selengkapnya