Berita

Perdana Menteri India Narendra Modi/Net

Dunia

Protes Belum Juga Usai, PM Modi Ajak Petani Kembali Berdiskusi

JUMAT, 25 DESEMBER 2020 | 18:57 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perdana Menteri India Narendra Modi kembali menawarkan para petani untuk melakukan pembicaraan baru untuk mengakhiri kebuntuan terkait aksi protes terhadap UU reformasi pertanian baru.

Sejak 26 Desember ribuan petani telah melakukan aksi unjuk rasa dengan berkemah di dekat beberapa titik masuk ke New Delhi untuk menolak tiga UU yang menurut mereka merugikan petani kecil.

Sementara itu, dalam pidatonya yang disiarkan secara langsung pada Jumat (25/12), Modi bersikeras menyatakan bahwa UU yang telah disahkan pada Maret itu akan memberikan petani keuntungan dengan kebabasan menjual produk mereka di mana saja dan kepada siapa pun.


"Kebohongan tersebar bahwa mandis (pasar) lokal akan ditutup, harga dukungan minimum akan dihentikan. Jangan salah arah oleh mereka yang memiliki motif politik," kata Modi, seperti dikutip AFP.

"Saya mengatakan ini dengan kerendahan hati bahwa kami siap membahas setiap masalah petani, bahkan dengan (partai politik) yang menentang kami, demi petani kami," lanjutnya.

Dalam skema bantuan tahun lalu, Mode telah menggelontorkan 2,5 miliar dolar AS kepada 90 juta petani India, di mana petani kecil mendapat transfer tunai sebesar 6.000 rupee dalam empat kali angsuran.

Sektor pertanian di India menyumbang 15 persen dari total perekonomian 2,7 triliun dolar AS. Sektor itu juga menyerap 70 persen lapangan kerja dari 1,3 miliar populasi India.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya