Berita

Presiden Amerika Serikat Donald Trump/Net

Dunia

Veteran: Daripada Untuk Agen Blackwater, Grasi Trump Harusnya Diberikan Pada Julian Assange Dan Edward Snowden

JUMAT, 25 DESEMBER 2020 | 12:31 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kritikan yang ditujukan kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terus bermunculan setelah ia memberikan grasi untuk empat agen kontraktor militer Blackwater.

Salah seorang veteran Perang Vietnam, Gerry Condon mengaku kecewa dengan keputusan Trump karena menambah luka bagi rakyat Irak yang kehilangan raturan ribu orang yang mereka cintai akibat perang yang dipimpin oleh Amerika.

"Pengampunan penjahat perang juga menambah penghinaan terhadap luka bagi para veteran AS yang berperang di Irak dan Afganistan, serta membawa trauma karena telah menyaksikan kekejaman terhadap warga sipil yang tidak bersalah," tambahnya kepada Sputnik.


Mantan presiden Veterans For Peace itu menekankan bahwa terdapat aturan yang harus diikuti oleh tentara untuk menghindari kejahatan perang.

Sayangnya aturan tersebut sering diabaikan ketikan tentara diminta untuk berperang melawan seluruh populasi.

"Tentara muda dengan senjata mematikan dikalahkan oleh rasa takut, balas dendam, rasisme dan kebencian, dan mereka tahu bahwa tidak akan ada harga yang harus dibayar untuk pembunuhan," ucapnya.

"Tentara memiliki hak dan tanggung jawab untuk menolak perintah ilegal untuk membunuh warga sipil yang tidak bersalah atau untuk berpartisipasi dalam perang ilegal dan tidak perlu," sambung dia.

Bagi Condon, fakta bahwa Trump yang seorang Panglima Tertinggi AS mengampuni penjahat perang adalah hal yang salah dan harus ditolak.

Alih-alih memberi grasi untuk penjahat perang, Condon mendesak Trump untuk mengampuni tahanan politik seperti Julian Assange, Chelsea Manning, Edward Snowden, Leonard Peltier, dan Mumia Abu Jamal.

"Pengampunan semacam itu akan membantu menyembuhkan luka perang. Pengampunan Presiden Trump justru sebaliknya," pungkasnya.

Pada Selasa (22/12), Trump memberikan pengampunan penuh kepada empat mantan kontraktor Blackwater yang dihukum sehubungan dengan kematian 14 warga sipil Irak, termasuk dua anak, di Lapangan Nisour Baghdad pada 2007.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya