Berita

Nigeria temukan varian lain dari virus corona/Net

Dunia

Varian Lain Dari Virus Corona Ditemukan Di Nigeria, Beda Dengan Inggris Dan Afrika Selatan

JUMAT, 25 DESEMBER 2020 | 08:20 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Varian baru virus corona lain muncul di Nigeria. Varian virus baru tersebut berbeda dengan yang ditemukan di Inggris mau pun Afrika Selatan.

Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Afrika, John Nkengasong dalam konferensi pers pada Kamis (24/12) mengatakan, penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk meneliti varian tersebut.

"Ini adalah garis keturunan terpisah dari Inggris dan Afrika Selatan," kata Nkengasong, seperti dikutip Reuters.


Ia juga mengatakan CDC Afrika akan mengadakan pertemuan darurat seiring dengan penemuan varian-varian baru dari virus corona yang ditemukan di Afrika Selatan dan Nigeria.

Sejauh ini, varian baru virus corona yang ditemukan di Afrika Selatan diyakini lebih menular. Tetapi Nkengasong mengatakan tidak ada bukti varian baru di Nigeria dapat meningkatkan penularan.

"Beri kami waktu. Ini masih sangat awal," ucap Nkengasong, sembari menyebut CDC Nigeria dan Pusat Keunggulan Afrika untuk Genomik Penyakit Menular di Nigeria akan mempelajari lebih banyak sampel.

Dalam sepekan terakhir, Nigeria melaporkan lonjakan kasus Covid-19 hingga 52 persen. Sejauh ini total kasus di sana sudah melewati 80 ribu.

Sementara secara keseluruhan, Afrika sudah melaporkan 2,5 juta kasus Covid-19 atau 3,3 persen dari kasus global.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya