Berita

Deputi Isu dan Narasi Badan Komunikasi dan Strategi DPP Demokrat, Cipta Panca Laksana/Net

Politik

Utang Indonesia 10 Besar Dunia, Demokrat: Jokowi Memang Nggak Ada Lawan, Presiden Lain Mana Bisa Begini?

JUMAT, 25 DESEMBER 2020 | 07:57 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Jelang penutupan tahun 2020, utang Indonesia menjadi sorotan publik. Apalagi rilis International Debt Statistics (IDS) 2021 yang diterbitkan Bank Dunia pada Oktober 2020 menyebutkan bahwa Indonesia masuk 10 besar negara dengan utang terbesar di dunia.

Indonesia berada di peringkat 7 dengan nilai utang sebesar 402,08 miliar dolar AS.

Deputi Isu dan Narasi Badan Komunikasi dan Strategi DPP Demokrat, Cipta Panca Laksana pun mengeluarkan sindiran atas “prestasi” yang diraih Indonesia di era Presiden Joko Widodo tersebut.


“Memang Jokowi nggak ada lawannya deh. Presiden lain mana bisa begini. Masuk 10 besar dunia,” ujarnya lewat akun Twitter pribadi, Jumat (25/12).

Secara khusus, Panca menyindir seseorang yang dengan sebutan Panjoel. Di mana orang tersebut sempat berkomitmen untuk menjaga Jokowi agar tidak utang secara ugal-ugalan.

“Kasih tahu Panjoel utang kita meroket. Katanya dia mau jagain Jokowi biar nggak utang. Biar SBY saja yang utang ugal-ugalan kata si bibir getar,” sindirnya.

Senada itu, Kepala Badan Komunikasi dan Strategi DPP Partai Demokrat, Ossy Dermawan mengunggah tangkapan layar sebuah kicauan yang dilakukan akun @fadjroeL dengan nama Fadjroel Rachman pada 10 September 2014 lalu.

Adapun kicauan akun tersebut adalah, “ayo Indonesia kita kawal Presiden Jokowi untuk tidak menyelenggarakan negara menggunakan utang. Cukup SBY utang ugal-ugalan”.

Kini Ossy meminta orang yang mengunggah twit tersebut untuk memberi penjelasan ke publik, mengingat utang justru semakin membengkak di era Jokowi.

“Melihat situasi utang saat ini, mohon agar twit ini bisa dijelaskan oleh Ybs agar masalahnya menjadi KLIR,” tuturnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya