Berita

Israel melakukan normalisasi hubungan dengan empat negara. berpenduduk mayoritas muslim sejak kurang dari setahun terakhir/Net

Dunia

Israel Sasar Dua Negara Muslim Lagi Untuk Normalisasi Hubungan, Satu Di Teluk Dan Satu Di Timur

KAMIS, 24 DESEMBER 2020 | 17:10 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Israel semakin gencar untuk melakukan normalisasi hubungan dengan sejumlah negara berpenduduk mayoritas muslim di dunia, terutama di minggu-minggu terakhir jabatan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Pasalnya, diketahui bahwa upaya normalisasi hubungan yang dilakukan oleh Israel dengan setidaknya empat negara berpenduduk mayoritas muslim dalam kurun waktu kurang dari satu tahun terakhir, tidak lepas dari peran kuat. Trump.

Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintahan Trump telah menjadi perantara pemulihan hubungan antara Israel dan Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan, dan Maroko. Salah satu tokoh penting di balik normalisasi hubungan ini adalah Jared Kushner, menantu Trump sekaligus penasihat senior Gedung Putih.


Kini, Israel mengincar setidaknya dua negara berpenduduk mayoritas muslim lainnya untuk menjalin normalisasi hubungan di masa akhir jabatan Trump. Namun Pakistan tidak masuk ke dalam salah satu daftar Israel tersebut.

Begitu kata seorang menteri kabinet Israel. Dia adalah Ofir Akunis, menteri kerja sama regional Israel.

Dalam sebuah pernyataan, seperti dikabarkan Al Jazeera (Kamis, 24/12), dia menjelaskan bahwa ada dua negara lagi yang "antre" untuk menormalisasi hubungan dengan Israel sebelum Trump lengser dari Gedung Putih.

Dua negara. berpenduduk mayoritas muslim yang dia maksud masih menjadi misteri. Pasalnya, Akunis juga tidak menyebutkan nama-nama negara tersebut. Dia hanya menyebut bahwa salah satu negara berada di Teluk, tetapi bukan Arab Saudi.

Satu negara lainnya berada lebih jauh ke timur. Dia menyebut bahwa negara itu adalah negara Muslim yang tidak kecil tapi bukan Pakistan.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi menyebut bahwa negaranya tidak akan mengakui Israel sampai konflik Israel-Palestina diselesaikan.

Sementara itu, isu normalisasi hubungan dengan Israel juga. sempat menyinggung Indonesia. Namun pemerintah Indonesia juga telah dengan tegas menyatakan bahwa Indonesia tidak akan mengakui Israel selama tuntutan kenegaraan Palestina tidak terpenuhi.

Negara tetangga Mayasia juga telah mengisyaratkan kebijakan serupa.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

SOFA Siapkan Rp131 Miliar untuk Proyek Sampah Jadi Energi

Sabtu, 19 September 2026 | 14:14

Menimbang Kembali POD South Andaman

Sabtu, 19 September 2026 | 13:46

Prabowo Teriak “Free Palestine” Tiga Kali, Singgung Indonesia Tak Berdaya Bantu Palestina

Sabtu, 19 September 2026 | 13:45

HUT ke-81 TNI di Monas, Prabowo Dijadwalkan Jadi Irup

Sabtu, 19 September 2026 | 13:27

Kejagung Turun Tangan Kawal Proyek Jalan IKN Senilai Rp3,986 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 | 13:24

Saham BMW Anjlok 4,46 Persen

Sabtu, 19 September 2026 | 12:59

Ratusan Hotel di Bali Bangkrut Lalu Dilego

Sabtu, 19 September 2026 | 12:36

Penanaman Pohon Bukti Nyata Kontribusi Alumni Unpad

Sabtu, 19 September 2026 | 12:17

Pasar Minggu Bakal Disulap Jadi Kawasan Terintegrasi, Investasinya Rp1 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 | 12:13

Jarnas Prabowo-Gibran Minta Kebun Sawit Rakyat di Kawasan Hutan Tak Digusur

Sabtu, 19 September 2026 | 11:45

Selengkapnya