Berita

Pelantikan enam menteri/Net

Politik

Hasil Resuffle Jilid I, Relawan Merasa Diabaikan Dan Seolah Hanya Pemadam Kebakaran

KAMIS, 24 DESEMBER 2020 | 11:29 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Perombakan kabinet menuai sorotan dari masyarakat luas termasuk relawan yang mendukung Presiden Joko Widodo sejak Pilpres 2014.

Salah satu pendiri Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) Yayong Waryono yang merupakan relawan Jokowi sejak Pilkada DKI Jakarta 2012 mengatakan, reshuffle kabinet memang sepenuhnya hak prerogatif Presiden. Namun, alangkah baiknya jika Presiden menyerap aspirasi dari berbagai pihak, termasuk relawan, serta mempertimbangkan dengan matang menteri dan wakil menteri yang dipilih.

"Kami merasa ada pengabaian terhadap peran relawan yang seolah hanya sebagai pemadam kebakaran dan corong penyampai pesan ke masyarakat. Resuffle jilid I ini menjadi tertawaan masyarakat yang berpikir bahwa ini adalah komedi politik, bahkan sampai muncul meme yang sangat viral di sosial media, coblos Jokowi-Maruf Amin bonus Prabowo-Sandi," kata Yayong, Kamis (23/12).


Yayong menegaskan, seandainya diajak bicara atau diminta masukan, tentu relawan akan memberikan masukan terbaik untuk negara juga untuk Presiden Jokowi. Tampak ada kesan sejumlah pihak berusaha menjauhkan Jokowi dengan relawan yang turut berjuang ketika Pilpres 2014 dan 2019.

Menurut Yayong, Presiden Jokowi butuh orang-orang yang bukan hanya memiliki kualitas dan kapabilitas, tapi juga integritas dan loyalitas tinggi dan itu hanya dimiliki oleh relawan yang memiliki kecintaan terhadap Presiden Jokowi.

Ada banyak relawan yang memiliki kualitas dan sangat mumpuni dalam bidangnya, tidak kalah jika dibandingkan kalangan teknokrat. Namun informasi-informasi ini yang disebut Yayong, kemungkinan tidak sampai ke telinga Presiden.

"Kerja keras kami sama sekali tidak terkait urusan jabatan, tapi kecintaan terhadap negara ini, yang sangat percaya bahwa Presiden Jokowi dapat membawa bangsa ini kearah yang lebih baik. Namun jika dipercaya masuk pemerintahan, kami siap dan jangan ragukan kualitas, kapabilitas, dan integritas kami. Semuanya akan kami berikan untuk negara ini juga untuk Presiden Jokowi," ucap Yayong.

Dia mengingatkan, tidak sedikit relawan yang menghabiskan waktu, tenaga hingga materi untuk memenangkan Jokowi dalam Pilpres 2014 dan 2019. Pada Pilpres 2019, beberapa relawan ikut menjadi korban penganiayaan oleh oknum tertentu. Apapun itu, setiap relawan tetap menjadi garda terdepan untuk meyakinkan publik bahwa Jokowi layak diberi kesempatan memimpin dua periode.

"Misalnya saat kampanye Pilpres 2019, publik tentu tahu gerak relawan dari pintu ke pintu, melalui media sosial, bahkan sampai ada yang dianiaya pendukung kubu lawan. Kami tak gentar, tetap menjaga soliditas, demi memenangkan Pak Jokowi," tutur Yayong.

Walau merasa diacuhkan, Yayong menegaskan, relawan tidak akan meninggalkan idialisme, integritas, visi yang baik buat bangsa ini, yang saat ini terpersonifikasi pada Jokowi dan tetap berkomitmen mengawal pemerintahan.

"Sejumlah kementerian masih perlu mendapat perhatian dan dukungan dari sektor jabatan wakil menteri. Kami tetap setia hingga akhir masa pemerintahan," pungkas Yayong.

Presiden Joko Widodo melantik enam menteri dan lima wakil menteri baru, di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (23/12).

Mereka adalah, Tri Rismaharini (Menteri Sosial), Sandiaga S. Uno (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), Budi Gunadi Sadikin (Menteri Kesehatan), Yaqut Cholil Qoumas (Menteri Agama), Wahyu Sakti Trenggono (Menteri Kelautan dan Perikanan), dan M. Luthfi (Menteri Perdagangan).

Di jajaran wamen, Letjen TNI M. Herindra (Wakil Menteri Pertahanan), Edward Omar Syarif Hiariej (Wakil Menteri Hukum dan HAM), Dante Saksono Harbuwono (Wakil Menteri Kesehatan), Harvick Hasnul Qolbi (Wakil Menteri Pertanian), dan Pahala Nugraha Mansyuri (Wakil Menteri BUMN).

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Ambang Batas Parlemen Moderat Cukup 2,5 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 20:04

Eks Kepala PPATK: Demutualisasi BEI Kebutuhan Mendesak, Faktor Pertemanan Permudah Penyimpangan

Senin, 02 Februari 2026 | 19:50

Ribuan Warga Kawanua Rayakan Natal dan Tahun Baru dengan Nuansa Budaya

Senin, 02 Februari 2026 | 19:45

Catat! Ini 9 Sasaran Operasi Keselamatan Jaya 2026 dan Besaran Dendanya

Senin, 02 Februari 2026 | 19:45

Prabowo Terima Dirut Garuda dan Petinggi Embraer di Istana, Bahas Apa?

Senin, 02 Februari 2026 | 19:41

Menkeu Purbaya Singgung Saham Gorengan Saat IHSG Anjlok, Apa Itu?

Senin, 02 Februari 2026 | 19:29

Alur Setoran Kades dan Camat ke Sudewo Ditelisik KPK

Senin, 02 Februari 2026 | 19:23

Horor Sejarah Era Jim Crow

Senin, 02 Februari 2026 | 19:14

10 Surat Tanah yang Tidak Berlaku Lagi mulai Februari 2026

Senin, 02 Februari 2026 | 19:12

5 Takjil Khas Daerah Indonesia Paling Legendaris

Senin, 02 Februari 2026 | 18:53

Selengkapnya