Berita

Kantor AstraZeneca/Net

Kesehatan

AstraZeneca Yakin Vaksin Buatannya Efektif Untuk Melawan Varian Baru Virus Corona

RABU, 23 DESEMBER 2020 | 16:39 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menanggapi berkembangnya varian baru virus corona, produsen obat asal Inggris AstraZeneca mengatakan pada Selasa (22/12) bahwa vaksin Covid-19 akan efektif untuk melawan varian baru tersebut.

Selain meyakinkan kefektifan vaksin buatan mereka, AstraZeneca juga mengaku tengah melakukan penelitian untuk menyelidiki sepenuhnya dampak mutasi virus tersebut.

“AZD1222 (kandidat vaksin AstraZeneca) mengandung materi genetik dari protein lonjakan virus SARS-CoV-2, dan perubahan pada kode genetik yang terlihat pada strain virus baru ini tampaknya tidak mengubah struktur protein lonjakan,” kata perwakilan AstraZeneca dalam email yang dikirim ke Reuters, Rabu (23/12).


Pembuat obat itu sedang berjuang untuk menguji vaksin Covid-19 mereka terhadap varian virus baru yang menyebar cepat yang sedang berkecamuk di Inggris, tantangan terbaru dalam perlombaan sangat besar untuk mengekang pandemi.

“Melalui vaksinasi dengan AZD1222, sistem kekebalan tubuh dilatih untuk mengenali berbagai bagian protein lonjakan, sehingga dapat menghilangkan virus jika nanti terpapar,” tambah perwakilan AstraZeneca.

Mutasi yang dikenal sebagai garis keturunan B.1.1.7 mungkin hingga 70 persen lebih menular dan lebih mengkhawatirkan anak-anak. Itu telah menabur kekacauan di Inggris, mendorong gelombang larangan perjalanan yang mengganggu perdagangan dengan Eropa dan mengancam untuk lebih mengisolasi negara pulau itu.

Sejauh ini, kehadiran Vaksin AstraZeneca-Oxford dianggap penting bagi negara berpenghasilan rendah dan negara beriklim panas karena lebih murah, lebih mudah diangkut, dan dapat disimpan dalam waktu lama pada suhu lemari es normal.

Data dari uji coba tahap akhir AstraZeneca di Inggris dan Brasil yang dirilis awal bulan ini menunjukkan vaksin tersebut memiliki kemanjuran 62 persen untuk peserta uji coba yang diberi dua dosis penuh, tetapi 90 persen untuk sub-kelompok yang lebih kecil diberi setengah, kemudian dosis penuh.

Reuters melaporkan pada Selasa (22/12) malam bahwa India kemungkinan akan menyetujui vaksin AstraZeneca untuk penggunaan darurat minggu depan.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

KPK Benaran Sakit Jiwa, Gedung Merah Putih Mending untuk Merawat ODGJ

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:00

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Berkunjung ke USS Missouri

Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:08

Legislator PDIP Minta Pemerintah Gercep Atasi Titik Panas di Sejumlah Wilayah

Sabtu, 18 Juli 2026 | 05:48

Menakar Arah Pemerataan Lewat Pelayaran Perintis

Sabtu, 18 Juli 2026 | 05:20

TNI Kirim Satgas Kompi Zeni dalam Misi Perdamaian PBB di Kongo

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:58

Pemerintah Didorong Segera Bentuk Badan Rempah dan Herbal Nasional

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:38

PBB Dukung Penuh Pemerintahan Prabowo dan Bidik Kemenangan 2029

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:18

Ancaman Industri Hasil Tembakau dan Agenda Global

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:59

BRI Gelar KKB Expo Hadirkan Kemudahan Layanan Pembiayaan Kendaraan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:45

Data Pengungsi Papua Harus dapat Dipertanggungjawabkan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:20

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selengkapnya