Berita

Pusat informasi penyakit menular di Singapura/Net

Kesehatan

Perketat Arus Masuk Dari Inggris, Pejabat Singapura: Kita Berada Dalam Situasi Baru, Harus Waspada Pantau Bagaimana Virus Itu Menyebar

RABU, 23 DESEMBER 2020 | 07:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Singapura menyatakan kekhawatirannya terhadap munculnya varian baru virus corona di Inggris baru-baru ini. Walau belum terdeteksi, tetapi menjadi perhatian pemerintah mengingat penyakit itu lebih menular.

Menteri Pendidikan Lawrence Wong pada Selasa (22/12) mengatakan kepada wartawan bahwa Singapura mengumumkan pelarangan masuk bagi pelancong dari Inggris.

“Penilaian awal adalah bahwa virus itu 70 persen lebih menular, lebih signifikan. Menurut kami, langkah bijak untuk menghentikan semua pelancong yang masuk dari Inggris selama periode ini sampai kami dapat mempelajari lebih lanjut tentang jenis virus baru ini,” kata Wong, yang juga ketua bersama satuan tugas Covid-19.


Pemerintah juga perlu memahami apakah strain tersebut dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah atau dampak lainnya, tambahnya.

"Itu adalah area yang masih perlu kita pahami lebih lanjut, dan menurut saya tindakan pencegahan tambahan ini (pelarangan masuk pelancong dari Inggris) sangat perlu dan bijaksana, karena ketidakpastian dan risikonya,"  kata Wong, seperti dikutip dari Today Online, Selasa (22/12).

Singapura telah melakukan upaya pencegahan penularan dengan mewajibkan karantina bagi pelancong dari Inggris yang sudah terlanjur datang. Kebetulan, belakangan ini pelancong dari Inggris belum terlalu banyak seperti sebelumnya.

Langkah terbaru untuk membatasi pelancong dari Inggris memberikan tingkat kewaspadaan tambahan karena masih ada area potensial kebocoran di mana kasus yang terinfeksi dapat dengan mudah ditularkan ke masyarakat, menurut Wong.

“Kami pikir ini akan membantu, mengingat risikonya, dan juga karena meskipun ada pemberitahuan tinggal di rumah, Anda tidak pernah tahu apakah akan ada paparan - misalnya, selama penerbangan, awak kabin, pekerja di bandara, staf di hotel," lanjut Wong.

Ia menegaskan bahwa Singapura memutuskan untuk memberlakukan pembatasan baru ini untuk mengurangi perjalanan penumpang sebanyak yang bisa dilakukan untuk beberapa hari ke depan.

Namun, Wong mengakui bahwa jenis baru virus tersebut masih dapat masuk ke Singapura melalui negara lain karena kemungkinan besar telah menyebar ke luar Inggris.

“Jadi sekali lagi, kita berada dalam situasi baru, kita harus tetap waspada, kita harus memantau bagaimana virus itu menyebar, bagaimana virus baru itu menyebar ke mana-mana di dunia. Kemudian kami harus terus menyesuaikan tindakan apa yang bisa kami lakukan," tutup Wong.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

UPDATE

Kemenkop Akselerasi Penerima PKH Jadi Anggota Kopdes Merah Putih

Selasa, 24 Februari 2026 | 21:44

DPR Wajib Awasi Partisipasi Indonesia di BoP dan ISF

Selasa, 24 Februari 2026 | 21:42

Polisi Gadungan Penganiaya Pegawai SPBU Dibekuk

Selasa, 24 Februari 2026 | 21:18

BPC HIPMI Rembang Dukung Program MBG Lewat Pembangunan SPPG

Selasa, 24 Februari 2026 | 20:56

Posisi Strategis RI di Tengah Percaturan Geopolitik

Selasa, 24 Februari 2026 | 20:55

Pertamina Harus Apresiasi Petugas SPBU Disiplin SOP Hingga Dapat Ancaman

Selasa, 24 Februari 2026 | 20:21

Menkop Ajak Seluruh Pihak Kolaborasikan KDKMP dan PKH

Selasa, 24 Februari 2026 | 20:19

Setop Alfamart dan Indomaret Demi Bangkitnya Kopdes

Selasa, 24 Februari 2026 | 19:52

PDIP soal Ambang Batas Parlemen: Idealnya Cukup 5-6 Fraksi di DPR

Selasa, 24 Februari 2026 | 19:29

BNI Ingatkan Bahaya Modus Phishing Jelang Lebaran

Selasa, 24 Februari 2026 | 19:25

Selengkapnya