Berita

Taliban/Net

Dunia

Taliban Tolak Ubah Lokasi Perundingan Dari Doha Ke Kandahar

SELASA, 22 DESEMBER 2020 | 09:39 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Taliban telah menolak tawaran Presiden Ashraf Ghani untuk melanjutkan negosiasi damai di Afghanistan, alih-alih di Doha, Qatar.

Penolakan itu disampaikan oleh dua jurubicara Taliban untuk urusan politik dan militer, Mohammad Naeem Wardak dan Zabihullah Mujahid, seperti dilaporkan Arab News, Selasa (22/12).

Mereka mengatakan Taliban sudah menolak tawaran itu pada pekan lalu, di mana Ghani meminta lokasi diubah dari Doha ke Kandahar selatan, tempat kelahiran Taliban di Afghanistan.


Mujahid mengatakan penolakan dilakukan karena kurangnya kepercayaan. Ia menyebut pembicaraan semacam itu tidak dapat diadakan di tanah Afghanistan karena kemungkinan risiko bagi negosiator Taliban jika pembicaraan gagal.

"Akan lebih baik bagi kedua tim negosiasi untuk memutuskan bersama di tempat pembicaraan. Lokasi pembicaraan tidak penting, yang penting adalah membuat kesepakatan dan meyakinkan satu sama lain," jelas Mujahid.

"Bagi kami, penting juga untuk mengadakan pembicaraan di Afghanistan. Ttetapi Anda tahu tidak ada suasana yang aman, wilayah udara Afghanistan tidak di bawah kendali kami. Ada tokoh penting dalam tim negosiasi kami dan musuh dapat dengan mudah mendeteksi lokasi mereka. Kami tidak memiliki kepercayaan pada musuh sekarang," tambahnya.

Dalam sebuah komentar yang diunggah di situs webnya, Taliban mengatakan tawaran Ghani untuk mengubah lokasi pembicaraan adalah bagian dari upaya menggagalkan proses perdamaian.

"Sejak upacara pembukaan dan pertemuan pertama antara Imarah Islam dan pihak lain dalam konflik Afghanistan, pemerintah Kabul tidak meninggalkan kebutuhan bisnis yang terlewat untuk menyabotase dan menunda pembicaraan damai untuk memperpanjang aturan yang melanggar hukum dan kemudian menyalahkan Imarah Islam atas penundaan," demikian komentar tersebut.

Sementara itu, mantan Presiden Hamid Karzai yang telah terlibat secara tidak langsung dalam pembicaraan mengatakan kedua belah pihak akan melanjutkan perundingan sesuai rencana pada 5 Januari di Qatar.

"Proses perdamaian memang adalah kesempatan terbaik, saya harus mengatakan satu-satunya kesempatan, bagi rakyat Afghanistan untuk menyingkirkan konflik ini," ucapnya.

"Ini adalah konflik yang dipaksakan oleh asing, ini bukan konflik kita, ini adalah konflik di mana kepentingan negara lain dilayani untuk melawan kita, melawan kepentingan kita, terhadap kesejahteraan kita. Terserah kita untuk menggunakan yang terbaik dari kemampuan kita untuk ketenangan dan stabilitas negara kita," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Komisi XIII DPR Segera Panggil Pejabat Terkait soal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Ajukan Kasasi, Nadiem Tak Akan Menerima Hasil Apapun di Luar Bebas

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Respons Demo Buruh, Dasco: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Rampung Oktober 2026

Kamis, 24 September 2026 | 14:15

PAN: Ambang Batas Parlemen Perlu Hati-hati, Jangan Lebih dari 4 Persen

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Usai Antar Giuseppe Garibaldi, Perwakilan Angkatan Laut Italia Temui Prabowo

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Dasco Pastikan DPR Dalami Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 13:58

MGLV Kantongi Fasilitas BNI, Ekspansi Data Center Jababeka dan Batang Digenjot

Kamis, 24 September 2026 | 13:51

Demo Buruh di Depan UOB Plaza: Jalur Utama Jakarta Pusat Dialihkan!

Kamis, 24 September 2026 | 13:40

Hakim Banding Pangkas Vonis Nadiem

Kamis, 24 September 2026 | 13:39

UU Pengaturan Reforma Agraria jadi Kado Manis Petani untuk Berdaulat

Kamis, 24 September 2026 | 13:32

Selengkapnya