Berita

Asosiasi Kebudayaan Muslim Rhodes/Net

Dunia

Kelompok Islam Rhodes Angkat Bicara Soal Kasus Mata-mata Yang Libatkan Otoritas Turki Dan Muslim Yunani

SENIN, 21 DESEMBER 2020 | 10:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Komunitas Muslim di Rhodes Yunani yang tergabung dalam 'The Brotherhood' mengecam peristiwa 'mata-mata' yang melibatkan konsulat Turki. Dalam pernyataannya, Asosiasi Budaya Muslim "The Brotherhood" mengutuk upaya Turki untuk mengeksploitasi populasi kecil Muslim lokal Yunani sebanyak 3.500 orang untuk melayani tujuan nasional dan politik Turki.

Kasus spionase telah menyita perhatian publik Yunani menyusul penangkapan dua Muslim Yunani yang dituduh sebagai mata-mata atas nama Turki.

Anggota asosiasi menyatakan, "Siapa pun yang tidak menghormati menjadi warga negara Yunani tidak layak untuk memiliki kewarganegaraan Yunani."


Laporan dari media Yunani, Protothema Ethnos, menyebutkan Pimpinan The Brotherhood, Behize Sellavtzi-Zamantaki, telah memberikan tanggapannya terhadap kasus itu. Tanggapan tersebut menggarisbawahi bahwa ia tidak memiliki kewenangan untuk berkomentar selama kasus masih dalam penyelidikan.

“Dalam beberapa hari terakhir, informasi tentang kasus mata-mata yang diduga dilakukan oleh warga negara Yunani, yang berasal dari prefektur Rodopi, telah terungkap. Kami sama sekali tidak memiliki disposisi atau kompetensi untuk mengutarakan pendapat atas perkara itu," kata Zamantaki, seperti dikutip dari GCT, Minggu (20/12).

Namun yang pasti, keadilan Yunani adalah satu-satunya yang kompeten untuk memutuskan siapa yang tidak bersalah dan siapa yang bersalah, menurutnya.

Namun, dalam kasus ini, beberapa orang dari pihak Yunani sedang berjuang melawan ketidakadilan.

“Pada saat yang sama, beberapa ahli dari pihak Turki mengambil kesempatan untuk memanfaatkan kehadiran dan tindakan asosiasi kami dan 'memanfaatkan' kami untuk melayani tujuan nasional dan politik mereka yang sama sekali tidak mewakilkan kami," jelas Zamantaki.

Ia pun mengeluarkan pernyataannya, bahwa Asosiasi yang dipimpinnya berdiri secara legal dan beroperasi secara legal sesuai dengan aturan negara Yunani, dan bahwa anggota Asosiasi secara eksklusif adalah warga negara Yunani dan terdiri dari orang-orang Muslim.

“Jika seseorang ingin mencari tujuan 'tersembunyi' dalam tindakan asosiasi dan anggota kami, dia tidak akan menemukan apa-apa selain keinginan kami untuk mempromosikan hubungan bertetangga yang baik antara kedua bangsa.

“Apa pun yang berbeda yang dikatakan orang lain tentang kita adalah licik dan tidak mengekspresikan kita," katanya.

Menekankan dengan jelas bahwa siapa pun yang tidak menghormati status warga negara Yunani tidak layak untuk memiliki kewarganegaraan Yunani.

“Dan kami bangga sebagai Rhodites dan sebagai Yunani,” katanya.

Pada Sabtu malam pekan lalu, dua pria Muslim Yunani ditangkap di pulau tenggara Rhodes atas tuduhan mata-mata. Mereka dituduh memotret dan merekam kapal perang dan instalasi militer Yunani, dan meneruskan informasi tersebut ke Turki.

Salah satu tersangka Bayran Sabaidim, 35 tahun, dilaporkan bekerja sebagai sekretaris di konsulat Turki di Rhodes. Sedangkan tersangka kedua, tidak disebutkan nama, adalah seorang juru masak berusia 56 tahun, yang bekerja di sebuah kapal yang sedang berlayar dari Rhodes ke pulau Kastellorizo.

Penangkapan itu memancing reaksi keras Turki. Dalam sebuah pernyataan pada Jumat (18/12), kementerian luar negeri Turki mengklaim bahwa penahanan Muslim Yunani Sebahattin Bayram dari Thrace adalah pelanggaran hak asasi manusia dan hukum internasional.

Kasus yang menyebut-nyebut 'Muslim Yunani' itu akhirnya menyeret tanggapan dari pimpinan Komunitas Muslim di Rhodes yang tergabung dalam 'The Brotherhood' ini.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya