Berita

Bandara Turki/Net

Dunia

Ikut Langkah Eropa, Turki Tangguhkan Penerbangan Dari Inggris Terkait Penemuan Virus Corona Jenis Baru

SENIN, 21 DESEMBER 2020 | 10:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Turki memutuskan bergabung bersama sejumlah negara Eropa lainnya untuk melarang penerbangan dari Inggris karena kekhawatiran atas jenis virus corona yang bergerak cepat.

Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca dalam cuitan di akun Twitternya pada Minggu (20/12) malam waktu setempat, mengatakan selain Inggris larangan penerbangan juga berlaku untuk beberapa negara lainnya.

"Telah dilaporkan bahwa tingkat penularan telah meningkat di Inggris dengan mutasi virus korona," tulis Koca.


"Di bawah arahan Presiden kami dalam koordinasi dengan Kementerian Transportasi dan Infrastruktur kami, penangguhan sementara telah diputuskan untuk penerbangan dari Inggris, Denmark, Belanda, dan Afrika Selatan ke negara kami," lanjutnya.

Langkah itu dilakukan ketika beberapa negara Eropa - termasuk Prancis, Jerman, Italia, dan Austria - mengumumkan penangguhan penerbangan dari Inggris di tengah berita penemuan baru jenis virus corona yang cukup menghebohkan tersebut, seperti yang dilaporkan Anadolu Agency, Senin (21/12).

Organisasi Kesehatan Dunia juga meminta negara-negara Eropa untuk melipatgandakan tindakan kesehatan mereka di tengah virus baru yang menyebar dengan cepat.

Dalam pernyataannya, Koca mengatakan bahwa sebagai bagian dari tindakan tersebut, semua penumpang yang berada dalam penerbangan yang masih dalam perjalanan akan diuji dan aturan karantina akan diberlakukan saat mereka tiba.

"Tindakan dilakukan dengan koordinasi penuh," tegas Koca.

Sementara, CEO maskapai penerbangan Turkish Airlines, Bilal Eksi, mengatakan di Twitter bahwa, sebagai bagian dari keputusan Kementerian Kesehatan Turki untuk menangguhkan penerbangan dari Inggris, Denmark, Belanda, dan Afrika Selatan, meminta calon penumpangnya agar tidak terburu-buru melakukan transaksi pemesanan tiket.

“Kami dengan hormat meminta agar tidak ada penumpang kami terburu-buru dalam transaksi tiket," cuit Bilal Eksi. “Tidak ada penumpang kami yang menjadi korban terkait transaksi tiket,” tambahnya.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya