Berita

Lockheed Martin/Net

Dunia

Persaingan Industri Pertahanan Kian Ketat, Lockheed Martin Akuisisi Aerojet Rocketdyne

SENIN, 21 DESEMBER 2020 | 08:48 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kontraktor pertahanan utama Amerika Serikat (AS), Lockheed Martin Corp mengumumkan untuk mengakuisisi produsen mesin roket Aerojet Rocketdyne Holdings Inc senilai 4,4 miliar dolar AS.

Angka tersebut termasuk utang dan kas bersih. Dengan begitu, itu adalah akuisisi terbesar Lockheed sejak Jim Taiclet mengambil alih sebagai kepala eksekutif pada Juni.

Taiclet berusaha untuk meningkatkan kemampuan propulsi perusahaan di tengah persaingan dari pendatang baru seperti SpaceX dan Blue Origin, untuk kontrak luar angkasa dengan pemerintah AS.


"Akuisisi Aerojet Rocketdyne akan melestarikan dan memperkuat komponen penting dari basis industri pertahanan domestik dan mengurangi biaya untuk pelanggan kami dan pembayar pajak Amerika," kata Taiclet dalam sebuah pernyataan, seperti dimuat Reuters, Minggu (20/12).

Lockheed mengatakan akan membayar 56 dolar AS per saham untuk Aerojet Rocketdyne, premi 33 persen dari harga penutupan Jumat. Harga beli akan dikurangi menjadi 51 dolar AS per saham setelah pembayaran dividen khusus pra-penutupan.

Perusahaan yang berbasis di Bethesda, Maryland itu sudah menggunakan sistem propulsi Aerojet Rocketdyne dalam penawaran aeronautika, rudal, dan pengendalian tembakannya.

Lockheed mengatakan transaksi tersebut, yang akan diteliti oleh regulator mengingat posisi terdepan perusahaan di sektor pertahanan, diperkirakan akan ditutup pada paruh kedua tahun 2021.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya