Berita

Bom meledak pada Minggu 20 Desember 2020 di Kota Kabul/Net

Dunia

Bom Sasar Anggota Parlemen Di Kabul, Sembilan Orang Tewas Puluhan Lainnya Luka

SENIN, 21 DESEMBER 2020 | 06:32 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Serangan bom kembali terjadi di Kota Kabul, ibukota Afghanistan. Ledakan pada Minggu(20/12) itu menewaskan sembilan serta melukai puluhan lainnya.

Menteri Dalam Negeri Masoud Andarabi mengatakan kepada wartawan di lokasi bahwa kebanyakan korban adalah perempuan dan anak-anak.

"Sembilan orang tewas dan 20 lainnya luka-luka akibat bom mobil itu," kata Andrabi kepada wartawan di lokasi pemboman, seperti dikutip dari Euro News, Minggu.


Ia menekankan bahwa di antara yang terluka termasuk anggota parlemen Khan Mohammad Wardak, yang disebut-sebut sebagai yang ditargetkan dalam serangan itu.

"Jumlah korban bisa bertambah," kata Andrabi.  

Serangan itu mengguncang kota yang telah dilanda gelombang kekerasan mematikan dalam beberapa bulan terakhir, meskipun Taliban dan pemerintah terlibat dalam pembicaraan damai untuk mengakhiri konflik panjang negara itu.

Sumber keamanan mengatakan bom mobil meledak di barat ibu kota.

"Itu adalah ledakan dahsyat yang menyebabkan banyak kerusakan rumah di sekitarnya," kata sumber itu.

Rekaman gambar di televisi menunjukkan setidaknya dua mobil terbakar, dengan asap hitam tebal mengepul ke langit.

Wardak mengatakan serangan itu terjadi ketika kendaraan yang ditumpanginya bersama anggota parlemen lain, melewati persimpangan di lingkungan Khoshal Khan di Kabul. Ledakan itu membakar kendaraan sipil, serta merusak bangunan dan toko di dekatnya.

"Musuh Afghanistan melakukan serangan teroris terhadap Khan Mohammad Wardak," kata Presiden Ashraf Ghani dalam sebuah pernyataan yang mengutuk pemboman itu.

Pernyataan Ghani tidak secara langsung menyalahkan Taliban atas serangan hari Sabtu atau menawarkan bukti bahwa kelompok itu bertanggung jawab atas serangan itu.

Sejauh ini tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, dan Taliban membantah keterlibatan mereka.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya