Berita

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK)/Net

Politik

Hensat: Mungkin Ridwan Kamil Dengar Mahfud Mau Digeser, Makanya Berani

MINGGU, 20 DESEMBER 2020 | 12:59 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Keberanian Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) menyalahkan Menko Polhukam Mahfud MD sebagai penyebab kerumunan yang dilakukan pengikut Habib Rizieq Shihab, diyakini tidak asal dilakukan.

Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio menduga Ridwan Kamil sudah tahu bahwa Mahfud MD menjadi salah satu menteri yang akan digeser oleh Presiden Joko Widodo.

Berbekal informasi tersebut, masih dalam dugaan hendri Satrio, Ridwan Kamil berani membuat pernyataan menohok secara terbuka.


“Mungkin RK denger tuh, makanya kemudian dia berani tegur Mahfud. Mungkin ada pergeseran,” ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (20/12).

Hanya saja, pendiri lembaga survei Kedaikopi ini merasa Mahfud akan tetap berada di kabinet. Sebab, mantan ketua MK itu punya banyak kelebihan dan hal positif selama menjabat sebagai Menko Polhukam.

“Kalau terkait statemennya Pak Mahfud, enggak cuman itu juga apa namanya kehebohan, kelebihannya kan ada juga. Hal yang bagus yang dikerjakan oleh Pak Mahfud,” katanya.

“Jadi menurut saya kalaupun ada pergeseran ya mungkin dia digeser,” tutup pria yang akrab disapa Hensat itu.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya