Berita

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK)/Net

Politik

Hensat: Mungkin Ridwan Kamil Dengar Mahfud Mau Digeser, Makanya Berani

MINGGU, 20 DESEMBER 2020 | 12:59 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Keberanian Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) menyalahkan Menko Polhukam Mahfud MD sebagai penyebab kerumunan yang dilakukan pengikut Habib Rizieq Shihab, diyakini tidak asal dilakukan.

Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio menduga Ridwan Kamil sudah tahu bahwa Mahfud MD menjadi salah satu menteri yang akan digeser oleh Presiden Joko Widodo.

Berbekal informasi tersebut, masih dalam dugaan hendri Satrio, Ridwan Kamil berani membuat pernyataan menohok secara terbuka.


“Mungkin RK denger tuh, makanya kemudian dia berani tegur Mahfud. Mungkin ada pergeseran,” ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (20/12).

Hanya saja, pendiri lembaga survei Kedaikopi ini merasa Mahfud akan tetap berada di kabinet. Sebab, mantan ketua MK itu punya banyak kelebihan dan hal positif selama menjabat sebagai Menko Polhukam.

“Kalau terkait statemennya Pak Mahfud, enggak cuman itu juga apa namanya kehebohan, kelebihannya kan ada juga. Hal yang bagus yang dikerjakan oleh Pak Mahfud,” katanya.

“Jadi menurut saya kalaupun ada pergeseran ya mungkin dia digeser,” tutup pria yang akrab disapa Hensat itu.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Ambang Batas Parlemen Moderat Cukup 2,5 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 20:04

Eks Kepala PPATK: Demutualisasi BEI Kebutuhan Mendesak, Faktor Pertemanan Permudah Penyimpangan

Senin, 02 Februari 2026 | 19:50

Ribuan Warga Kawanua Rayakan Natal dan Tahun Baru dengan Nuansa Budaya

Senin, 02 Februari 2026 | 19:45

Catat! Ini 9 Sasaran Operasi Keselamatan Jaya 2026 dan Besaran Dendanya

Senin, 02 Februari 2026 | 19:45

Prabowo Terima Dirut Garuda dan Petinggi Embraer di Istana, Bahas Apa?

Senin, 02 Februari 2026 | 19:41

Menkeu Purbaya Singgung Saham Gorengan Saat IHSG Anjlok, Apa Itu?

Senin, 02 Februari 2026 | 19:29

Alur Setoran Kades dan Camat ke Sudewo Ditelisik KPK

Senin, 02 Februari 2026 | 19:23

Horor Sejarah Era Jim Crow

Senin, 02 Februari 2026 | 19:14

10 Surat Tanah yang Tidak Berlaku Lagi mulai Februari 2026

Senin, 02 Februari 2026 | 19:12

5 Takjil Khas Daerah Indonesia Paling Legendaris

Senin, 02 Februari 2026 | 18:53

Selengkapnya