Berita

Menteri Kesehatan Zweli Mkhize/Net

Kesehatan

Setelah Inggris Kini Giliran Afrika Selatan Diserang Virus Corona Jenis Baru, WHO Gerak Cepat

SABTU, 19 DESEMBER 2020 | 07:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Afrika Selatan mengidentifikasi adanya varian baru dari virus corona yang mendorong gelombang kedua infeksi. Temuan ini didapat beberapa hari setelah Inggris mengatakan bahwa pihaknya juga menemukan varian baru dari kasus peningkatan virus.

Pengumuman tentang varian baru virus corona itu dikonfirmasi oleh Menteri Kesehatan Zweli Mkhize di akun Twitternya pada Jumat (18/12) waktu setempat.

“Kami telah mengadakan pengarahan publik hari ini untuk mengumumkan bahwa varian dari Virus SARS-COV-2 - saat ini disebut Varian 501.V2 - telah diidentifikasi oleh ilmuwan genomik kami di Afrika Selatan,” cuit Mkhize, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (19/12).


“Bukti yang telah dikumpulkan dan sangat menunjukkan bahwa gelombang kedua yang kita alami saat ini didorong oleh varian baru ini,” tambah Mkhize.

Afrika Selatan telah mencatat jumlah infeksi virus corona tertinggi di Afrika, mendekati angka 900 ribu, dengan lebih dari 20 ribu kematian terkait virus. Munculnya kembali kasus membuat pemerintah memperketat pembatasan pada masyarakat minggu ini.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada hari Jumat 818/12) bahwa pihaknya telah menghubungi para peneliti Afrika Selatan yang mengidentifikasi varian baru tersebut.

WHO menambahkan, tidak ada indikasi ada perubahan dalam cara virus jenis baru itu berperilaku.

“Kami bekerja dengan mereka dengan kelompok kerja evolusi Virus SARS-COV-2. Mereka menumbuhkan virus di negara itu dan mereka bekerja dengan para peneliti untuk menentukan perubahan apa pun dalam perilaku virus itu sendiri dalam hal penularan,” kata ahli epidemiologi WHO Maria Van Kerkhove pada konferensi pers di Jenewa.

Otoritas kesehatan Afrika Selatan mengatakan varian baru tampaknya menyebar lebih cepat daripada iterasi sebelumnya, tetapi masih terlalu dini untuk mengatakan tingkat keparahannya dan apakah vaksin saat ini akan bekerja melawannya.

“Di Inggris mereka juga telah mengidentifikasi varian baru ... ada beberapa kesamaan antara kedua garis keturunan ... ada juga jumlah mutasi yang serupa” kata Prof Tulio de Oliviera, anggota konsorsium genomik pemerintah di sebuah pengarahan yang disiarkan televisi.

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Obituari Dudi Sudibyo

Senin, 16 Maret 2026 | 21:36

Sekda Jateng Diperiksa Kejati

Senin, 16 Maret 2026 | 21:12

Mendes Optimistis Ekonomi Desa Bergerak Bersama Pemudik

Senin, 16 Maret 2026 | 21:06

Kopra by Mandiri Pertahankan Gelar Best Trade Finance Provider in Indonesia 2026

Senin, 16 Maret 2026 | 20:58

Lebih dari 32 Ribu Orang Ikut Mudik Gratis Presisi 2026

Senin, 16 Maret 2026 | 20:58

Kunjungi Kantor Agrinas, Menkop Godok Operasional Kopdes

Senin, 16 Maret 2026 | 20:49

Media Berperan Penting sebagai Pilar Demokrasi

Senin, 16 Maret 2026 | 19:48

PT KAI Bangun 5.484 Rusun Nempel Stasiun di Empat Kota

Senin, 16 Maret 2026 | 19:28

Survei Konsumen: Komitmen Lingkungan Jadi Penentu Pilihan AMDK

Senin, 16 Maret 2026 | 19:14

Untung dari Perang

Senin, 16 Maret 2026 | 19:05

Selengkapnya