Berita

Ilustrasi/Net

Kesehatan

Harapan Di Balik Kegagalan, Peneliti Cambridge Temukan Pengobatan Untuk Kebutaan Genetik

JUMAT, 18 DESEMBER 2020 | 13:51 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Hal-hal tak terduga kerap terjadi meski dalam penelitian ilmiah di mana segala kemungkinan telah diperhitungkan. Salah satu hal tak terduga itu muncul dalam penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti di Cambridge College.

Penelitian yang dipimpin oleh dokter mata Patrick Yu-Wai-Man itu telah dirangkum dalam sebuah makalah yang diterbitkan Science Translational Medication baru-baru ini.

Dalam makalah tersebut, Patrick bersama rekan-rekannya menyelidiki pengobatan untuk penyakit kebutaan genetik bernama Leber hereditary optic neuropathy (LHON).


Secara formal, penelitian yang mereka lakukan gagal karena eksperimen tidak menunjukkan hasil yang diharapkan. Tetapi di sisi lain, penelitian itu juga menunjukkan keberhasilan besar.

LHON merupakan penyakit yang disebabkan oleh gen yang salah dalam mitokondria penderita, membuat sel retina mati. Akibatnya, penglihatan dapat hilang secara tiba-tiba. Banyak penderita mengalami kebutaan dalam kurun waktu satu tahun.

Penyakit itu berdampak antara satu dari 30 ribu hingga 50 ribu orang di dunia. Laki-laki berusia 20 hingga 30-an memiliki kerentanan yang lebih.

Dikarenakan penyakit itu muncul dari mutasi gen, maka para peneliti menganggap pengobatannya dapat dilakukan dengan rekayasa genetika, mengganti gen yang rusak dengan yang masih berfungsi.

Mereka pun mulai menyuntikkan virus yang dimodifikasi dengan salinan gen yang telah diperbaiki ke mata penderita. Nantinya virus masuk ke DNA inang dan membuat salinan sehingga bisa mengambil alih gen yang rusak.

Peneliti sendiri hanya menggunakan satu mata dari setiap penderita yang dipilih secara acak. Satu mata disuntikan virus, sementara lainnya diberi suntikan palsu. Tujuannya untuk melihat perkembangan dari susunan genetik yang serupa.

Tetapi seperti dimuat The Economist, eksperimen tersebut gagal karena perubahan terjadi pada kedua mata penderita.

Meski begitu, sebanyak 29 dari 37 penderita mengaku mendapatkan peningkatan kemampuan penglihatan secara signifikan untuk kedua matanya.

Menurut para peneliti, kegagalan itu terjadi karena virus tampaknya menemukan celah untuk berpindah dari satu mata ke mata lain, yang kemungkinan besar melalui saraf optik.

Peneliti pun khawatir jika virus pada akhirnya bisa menemukan jalan untuk ke tempat lain, selain mata yang bisa membahayakan. Tetapi untungnya mereka tidak menemukan kehadiran virus di tempat lain.

Saat ini penelitian tersebut sudah dikirim ke regulator Eropa untuk ditindaklanjuti pada 2021.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Komisi XIII DPR Segera Panggil Pejabat Terkait soal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Ajukan Kasasi, Nadiem Tak Akan Menerima Hasil Apapun di Luar Bebas

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Respons Demo Buruh, Dasco: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Rampung Oktober 2026

Kamis, 24 September 2026 | 14:15

PAN: Ambang Batas Parlemen Perlu Hati-hati, Jangan Lebih dari 4 Persen

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Usai Antar Giuseppe Garibaldi, Perwakilan Angkatan Laut Italia Temui Prabowo

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Dasco Pastikan DPR Dalami Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 13:58

MGLV Kantongi Fasilitas BNI, Ekspansi Data Center Jababeka dan Batang Digenjot

Kamis, 24 September 2026 | 13:51

Demo Buruh di Depan UOB Plaza: Jalur Utama Jakarta Pusat Dialihkan!

Kamis, 24 September 2026 | 13:40

Hakim Banding Pangkas Vonis Nadiem

Kamis, 24 September 2026 | 13:39

UU Pengaturan Reforma Agraria jadi Kado Manis Petani untuk Berdaulat

Kamis, 24 September 2026 | 13:32

Selengkapnya