Berita

Seorang pria di antara kerusakan di wilayah Tigray/Net

Dunia

Bantu Warga Sipil Korban Konflik Tigray, PBB Cairkan Dana Darurat 35,6 Juta Dolar AS

JUMAT, 18 DESEMBER 2020 | 05:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengumumkan paket bantuan darurat senilai 35,6 juta dolar AS untuk membantu warga sipil yang terjebak dalam pertempuran di wilayah Tigray, Ethiopia, Kamis (17/12) waktu setempat.

PBB mengatakan, dana tersebut akan dibagi menjadi dua jenis bantuan.

Di Ethiopia mereka akan menggunakan dana sebesar 25 juta dolar AS untuk pembelian obat-obatan dan peralatan medis guna membantu warga sipil yang sakit atau terluka, dan untuk membeli makanan dan menyediakan air minum.


Sementara sisanya 10,6 juta dolar AS akan digunakan untuk membantu para pengungsi yang melarikan diri ke negara tetangga Sudan, di mana ada lebih dari 50 ribu penduduk yang mengungsi karena pertempuran.

"Setelah enam minggu konflik, korban sipil meningkat. Wanita dan anak-anak tiba di Sudan dengan cerita-cerita yang mengganggu tentang kekerasan, perampasan dan pelecehan," kata koordinator bantuan darurat PBB Mark Lowcock, seperti dikutip dari AFP, Kamis (17/12).

"Kami membutuhkan akses tanpa batas sekarang," lanjutnya.

Tigray, wilayah miskin berpenduduk sekitar enam juta orang, sudah menghadapi tantangan ketahanan pangan yang berat jauh sebelum konflik dimulai. Tahun ini, hal itu diperparah oleh pandemi virus corona dan serangan belalang gurun terburuk dalam beberapa dekade.

Kekerasan pecah di Tigray pada awal November ketika Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed melancarkan operasi militer yang menargetkan partai yang berkuasa di Tigray.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya