Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net
Khazzani mengaku menyesal saat putusan dibacakan. Pengadilan mengatakan Khazzani melakukan "serangan tanpa pandang bulu" yang -jika berhasil- akan sangat mematikan.
Namun, situasi saat itu tidak memungkinkan upayanya berjalan mulus karena mendadak senjatanya macet, ditambah dengan keberanian penumpang yang luar biasa yang melawannya termasuk tentara AS yang berada di dalam kereta itu yang sedang tidak bertugas.
"Saya menyesal sampai ke lubuk hati saya," kata Khazzani, seperti dikutip dari AFP, Kamis (17/12). "Apa yang saya lakukan membuat saya hancur."
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04
Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00
Senin, 12 Januari 2026 | 23:31
Senin, 12 Januari 2026 | 23:23
Senin, 12 Januari 2026 | 23:21
Senin, 12 Januari 2026 | 23:07
Senin, 12 Januari 2026 | 23:00
Senin, 12 Januari 2026 | 22:44
Senin, 12 Januari 2026 | 22:20
Senin, 12 Januari 2026 | 22:08