Mantan diplomat AS Patrick Mendis meminta pemerintahan Biden yang akan datang untuk melanjutkan kebijakan Presiden Trump untuk Taiwan.
Hal itu disampaikan Mendis dalam sebuah artikel bertajuk ‘Leave Donald Trump’s Triumphant Taiwan Policy Alone’ yang terbit di The National Interest.
Dalam artikel yang terbit pada Sabtu (12/12) itu, Mendis mencatat bahwa keputusan Biden yang tidak membuang waktu untuk mengumumkan tim yang terdiri dari alumni dari pemerintahan Obama, menunjukkan bahwa ia mungkin berniat untuk membatalkan banyak program dan kebijakan pemerintahan Trump.
“Pemerintahan yang akan datang tidak boleh membatalkan hal-hal yang ‘benar’ yang dilakukan Trump, terutama terkait kebijakan AS di Taiwan, seperti dikutip dari Taiwan News, Kamis (17/12).
Mantan diplomat itu menjelaskan bahwa buku pedoman ‘seni kesepakatan’ Trump berhasil dalam konteks Taiwan karena para penasihatnya mengetahui signifikansi yang ditempatkan China pada masalah Taiwan. Kebijakan Trump untuk meningkatkan pertukaran diplomatik dan penjualan senjata ke negara itu sangat efektif.
“Apa yang perlu ditanyakan oleh tim Biden yang baru adalah mengapa Beijing begitu terpaku pada Taiwan dan apa artinya peran Taiwan dalam strategi Amerika sendiri di Indo-Pasifik,†kata Mendis.
Tantangan terbesar bagi Biden, katanya, adalah ‘melihat melampaui bahasa’ yang sering digunakan dalam narasi tentang apa yang disebut China sebagai “masalah Taiwanâ€.
Mendis menambahkan bahwa komitmen AS untuk membela Taiwan tidak boleh lagi dilihat sebagai subordinasi kepentingan Amerika terhadap nilai-nilai pendiri dan cita-cita demokrasi atau alat tawar-menawar selama negosiasi perdagangan dan investasi dengan China. Taiwan sekarang menjadi ‘penting’ bagi AS, katanya.
“Presiden Biden harus ‘mengikuti jalan’ yang ditetapkan oleh Trump,†kata Mendis, “karena akan naif bagi AS untuk berharap strategi niat baik era Obama dapat meredakan keinginan Presiden Xi untuk mengambil alih Taiwan,†lanjutnya.
Mantan diplomat itu menyimpulkan bahwa dengan mengikuti jejak Trump dan melibatkan lebih banyak sekutu dalam masalah Selat Taiwan, Biden akan dianggap jauh lebih tangguh daripada pendahulunya di wilayah tersebut.