Berita

Polisi Kepulauan Marshall memuat paket kokain ke dalam truk pickup polisi dari kapal patroli/Net

Dunia

Aparat Keamanan Kepulauan Marshall Temukan Kapal Hantu Berisi 649 Kilogram Kokain

KAMIS, 17 DESEMBER 2020 | 11:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Polisi Kepulauan Marshall menemukan kokain di dalam sebuah kapal tua dengan jumlah fantastis, terbesar yang pernah ada di negara Pasifik itu.

Kapal yang ditemukan adalah kapal yang terbengkalai dan terdampar di atol terpencil setelah diduga hanyut di laut lepas selama bertahun-tahun.

Jaksa Agung Richard Hickson mengatakan kapal fiberglass sepanjang 5,5 meter (18 kaki) itu ditemukan di atol Ailuk pekan lalu berikut 649 kilogram (1.430 pon) kokain yang disembunyikan di kompartemen di bawah dek.
Hickson mengatakan kapal itu kemungkinan besar terbawa arus melintasi Pasifik dari Amerika Tengah atau Selatan. “Bisa jadi terombang-ambing selama satu atau dua tahun,” katanya, seperti dikutip dari AFP, Rabu (16/12).

Hickson mengatakan kapal itu kemungkinan besar terbawa arus melintasi Pasifik dari Amerika Tengah atau Selatan. “Bisa jadi terombang-ambing selama satu atau dua tahun,” katanya, seperti dikutip dari AFP, Rabu (16/12).

Polisi mengatakan obat-obatan tersebut masing-masing dikemas dalam paket dengan berat satu kilogram bertanda huruf ‘KW’.

Pihak keamanan kemudian memusnahkan barang haram tersebut paa Selasa (15/12) waktu setempat. Namun mereka menyisakan dua paket untuk diberikan kepada Badan Penegakan Narkoba AS untuk dianalisis.
Puing-puing dari Amerika sering terbawa arus Samudra Pasifik setelah berbulan-bulan atau bertahun-tahun di laut.

Ada banyak simpanan narkoba lain yang ditemukan di sepanjang garis pantai Kepulauan Marshall selama dua dekade terakhir, termasuk satu lagi di Ailuk, tetapi tangkapan terakhir sejauh ini adalah yang terbesar.

Aparat penegak hukum memiliki berbagai teori tentang asal usul obat-obatan tersebut, termasuk bahwa obat-obatan itu ditinggalkan ketika penyelundup terancam tertangkap, atau tersesat dalam badai.

Pada Januari 2014, nelayan Salvador Jose Alvarenga terdampar di Marshalls, lebih dari 13 bulan setelah dia berangkat dari pantai barat Meksiko dengan seorang rekan, yang meninggal selama pelayaran.

Setelah penemuannya, peneliti Universitas Hawaii melakukan 16 simulasi komputer tentang pola penyimpangan dari pantai Meksiko dan menemukan hampir semuanya akhirnya tiba di Kepulauan Marshall.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya