Berita

Tim ahli yang dipimpin WHO akan menyelidiki asal usul virus corona ke China/Net

Dunia

Misi Penyelidikan Virus Corona Yang Dipimpin WHO Akan Kunjungi China Pada Awal Tahun

KAMIS, 17 DESEMBER 2020 | 10:21 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebuah misi internasional yang dipimpin oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dijadwalkan untuk mengunjungi China guna melakukan penyelidikan asal usul virus corona baru atau SARS-CoV-2.

Hal itu diungkap oleh salah seorang anggota misi dari Denmark, Thea Fischer pada Rabu (16/12).

Ia mengatakan, timnya akan pergi tepat setelah tahun baru untuk misi enam pekan, termasuk dua pekan karantina.


"Fase 1 seharusnya sudah selesai sekarang, sesuai dengan kerangka acuan, dan kami akan mendapatkan beberapa hasil. Jika itu bisa didapatkan saat kita datang ke China, itu akan luar biasa. Maka kita sudah berada pada fase 2," terangnya, seperti dikutip Reuters.

Seorang ahli dari Organisasi Dunia untuk Kesehatan Hewan (OIE) yang akan ikut dalam tim mengatakan misi akan berlangsung secepatnya.

Sementara itu, jurubicara WHO Tarik Jasarevic mengatakan, tim internasional tengah mempersiapkan logistik untuk melakukan perjalanan ke China.

"Kami berharap tim bisa melakukan perjalanan pada Januari," ujarnya.

Seorang diplomat Barat mengatakan bahwa tim tersebut diperkirakan akan pergi pada awal Januari, menjelang pembukaan dewan eksekutif WHO pada 18 Januari.

"Ada tekanan kuat di China dan WHO," tambahnya.

Asal usul virus corona telah menjadi banyak persoalan sejak wabah berlangsung pada akhir 2019.

China melaporkan kasus pertama pneumonia yang tidak diketahui penyebabnya di Wuhan ke WHO pada 31 Desember dan menutup pasar tempat virus corona diyakini telah muncul.

Tim penyelidik yang dikirim ke China terdiri dari 12 hingga 15 ahli yang bertujuan memeriksa bukti, termasuk sampel manusia dan hewan yang dikumpulkan oleh para peneliti China.

Beberapa negara Barat telah menyuarakan keprihatinan atas keterlambatan pengiriman ahli internasional.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya