Berita

Hayat Boumeddiene, kanan, terlihat menunjukkan paspornya di bandara Sabiha Gokcen di Istanbul pada 2 Januari 2015/Net

Dunia

14 Kaki Tangan Penyerang Majalah Charlie Hebdo 2015 Dinyatakan Bersalah

KAMIS, 17 DESEMBER 2020 | 06:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pengadilan Prancis akhirnya memutuskan "bersalah" kepada 14 orang  militan Islam Prancis yang berada di balik serangan Januari 2015 terhadap majalah satir Charlie Hebdo dan supermarket Yahudi yang menewaskan 17 orang dan tiga pria bersenjata.

Pengadilan menjatuhkan hukuman atas pelanggaran mulai dari mendanai terorisme hingga keanggotaan dalam geng kriminal. Mereka dijatuhkan hukuman 30 tahun penjara.

Itu adalah episode paling kelam dalam catatan Prancis modern, tidak lama setelah gelombang serangan Islamis lainnya, termasuk pemenggalan kepala seorang guru sekolah beberapa waktu lalu yang mendorong pemerintah untuk menindak apa yang disebut sebagai separatisme Islam.


Di antara 14 orang itu adalah Hayat Boumeddiene, isteri dari Amedy Coulibaly yang membunuh seorang polisi wanita dan kemudian empat orang di supermarket Yahudi.

Dilaporkan Reuters, Boumeddiene diadili secara in absentia bersama tiga tersangka lainnya. Dari surat perintah penangkapan internasional di Suriah, tempat dia bergabung dengan ISIS, Boumeddiene diperkirakan masih hidup dan dalam pelarian.

Coulibaly sendiri adalah rekan dari orang-orang bersenjata di balik serangan mematikan di kantor majalah satir Charlie Hebdo di Paris pada Januari 2015.

Tuduhan terkait terorisme dijatuhkan untuk beberapa terdakwa yang dinyatakan bersalah atas kejahatan yang lebih ringan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya