Berita

Polisi Australia/Net

Dunia

Polisi Australia Gelar Sayembara Berhadiah Rp 10,6 Miliar Untuk Informasi Pembunuhan Pentolan Geng Motor

RABU, 16 DESEMBER 2020 | 14:38 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Polisi Australia Barat adakan sayembara berhadiah satu juta dolar Australia (sekitar 10,6 miliar rupiah) bagi siapa pun yang memiliki informasi yang bisa membantu menyelesaikan kasus pembunuhan mantan ketua geng motor The Rebels, Nick Martin, yang tewas akhir pekan lalu.

Selain uang tunai, pihak kepolisian juga akan memberikan jaminan kekebalan hukum bagi siapa pun yang memiliki informasi tersebut.

Martin (51) ditembak mati di depan istri, anak dan cucunya saat menghadiri acara Outlaw Nitro Challenge drag racing di Kwinana Motorplex, selatan Perth, pada Sabtu (12/12) malam waktu setempat.


Polisi meyakini pelaku adalah penembak jitu, polisi juga telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa markas klub motor dan properti lain terkait pembunuhan tersebut.

Menteri Kepolisian Australia Barat, Michelle Roberts menggambarkan kejahatan itu sebagai insiden yang sangat meresahkan. Ia  mengatakan pihak berwenang setempat dan pemerintah akan menegakkan keadilan.

“Ini adalah kejahatan yang tidak bisa dibiarkan begitu saja ... kami mengerahkan semua sumber daya untuk (penyelidikan) itu dan prospek hadiah. Hadiah ini mendapat dukungan dari perdana menteri dan pemerintah,” kata Roberts kepada wartawan, seperti dikutip dari 9News, Selasa (15/12).

Dia mengatakan hadiah uang akan tersebut akan diambil dari dana kejahatan yang berhasil disita pihak kepolisian. Dana tersebut saat ini memiliki jumlah keseluruhan sebanyak 30 juta dolar Australia dalam bentuk tunai.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya