Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Pengadilan Tokyo Eksekusi Mati 'Twitter Killer' Pelaku Pembunuhan Dan Mutilasi Sembilan Orang

SELASA, 15 DESEMBER 2020 | 17:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perjalanan hidup pria Jepang pembunuh sembilan orang pada 2017 yang dijuluki ‘Twitter Killer’ berakhir sudah. Pengadilan distrik Tokyo mengatakan bahwa mereka telah mengeksekusi mati pria itu pada Selasa (15/12) waktu setempat.

Media lokal melaporkan Takahiro Shiraishi (30) dinyatakan bersalah atas pembunuhan, mutilasi, dan penyimpanan mayat sembilan orang di apartemennya di Kota Zama di Kanagawa, di pinggiran Tokyo.

Di pengadilan, jaksa penuntut menilai Shiraishi sengaja melakukan kontak dengan para korban melalui Twitter setelah mereka menyatakan niat untuk bunuh diri, seperti yang dilaporkan kantor berita Jiji. Modusnya, Shiraishi mengundang mereka ke apartemennya di Zama, berjanji untuk membantu mereka untuk melakukan bunuh diri.


Pengacara Shiraishi berpendapat kliennya membunuh para korban dengan persetujuan mereka, Kyodo melaporkan, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (15/12).

Sementara Hakim Ketua Naokuni Yano memiliki pendapat lain. Dia mengatakan para korban sebenarnya tidak setuju untuk dibunuh, dan bahwa Shiraishi dinyatakan sehat secara mental untuk dimintai pertanggungjawaban atas pembunuhan mereka.

Menurut dakwaan, Shiraishi mencekik dan memotong-motong delapan wanita dan satu pria berusia 15 hingga 26 dari Agustus hingga Oktober 2017. Dia juga diduga melakukan pelecehan seksual terhadap semua korban perempuannya.

Di Jepang hukuman mati dilakukan dengan cara digantung, dengan tanggal pelaksanaan tidak diumumkan sampai hukuman tersebut dilaksanakan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya