Berita

Diskusi virtual bersama Direktur Diplomasi Publik Kemenlu, Yusron B Ambary/Repro

Dunia

Melalui BDF 2020, Negara-negara Saling Berbagi Untuk Bisa Menjaga Demokrasi Di Tengah Pandemi

SENIN, 14 DESEMBER 2020 | 16:36 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pandemi ini membawa begitu banyak dampak negatif bagi masyarakat di semua negara.

Salah satunya adalah pecahnya persatuan negara yang salah satunya ditimbulkan dari cara penanganan pandemic yang simpang siur, serta adanya disinformasi.
Melalui Bali Democracy Forum (BDF) 2020 ini, negara-negara diharapkan bisa menekan timbulnya kesalahpahaman yang dipicu dari kurangnya informasi yang tepat.  

“BDF tahun ini berisi pesan dari masing-masing pilar yang akan disampaikan oleh setiap perwakilan,” terang Direktur Diplomasi Publik Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik (Dirdiplik) Kemenlu, Yusron B Ambary, dalam acara diskusi virtual yang diselenggarakan Kantor Berita Politik Republik Merdeka, Senin (14/12).  

“BDF tahun ini berisi pesan dari masing-masing pilar yang akan disampaikan oleh setiap perwakilan,” terang Direktur Diplomasi Publik Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik (Dirdiplik) Kemenlu, Yusron B Ambary, dalam acara diskusi virtual yang diselenggarakan Kantor Berita Politik Republik Merdeka, Senin (14/12).  

Lewat key message itu, negara-negara diharapkan bisa tetap bersatu di tengah pandemi, dan menjalankan demokrasi dengan baik. Key Message ini terkait dengan tiga pilar utama yang dibahas dalam ajang BDF.

Di antaranya adalah langkah-langkah dalam menganangi pandemic atau respon, lalu  upaya yang dijalankan bagi pemulihan atau recovery, serta yang ketiga adalah upaya untuk bangkut dengan membangun ketahanan atau resilience.

“Jangan lupa bahwa demokrasi untuk bertahan menghadapi berbagai kondisi bergantung pada kepercayaan yang diperoleh dari masyarakatnya. Apalagi setiap negara memiliki cara penanganan yang berbeda-beda,” ujar Yusron.

Kepercayaan ini yang kemudian mendorong masyarakat untuk aktif berkontribusi pada proses demokrasi yang inklusif dan pada akhirnya bersama-sama dengan pemerintah dalam memulihkan dan membangun ketahanan di masa hingga pasca pandemic, menurutnya.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya