Berita

Makan Konate menyusul jejak David Da Silva meninggalkan Persebaya karena tak ada kepastian kompetisi di Indonesia/Official Persebaya

Sepak Bola

Usai Ditinggal David Da Silva, Persebaya Kembali Pasrah Saat Makan Konate Ucapkan Sayonara

JUMAT, 11 DESEMBER 2020 | 18:04 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Ketidakpastian kompetisi sepak bola di Indonesia kembali berdampak buruk bagi Persebaya Surabaya. Setelah ditinggal David Da Silva, tim berjuluk Bajol Ijo itu pun hanya bisa pasrah saat gelandang andalan Makan Konate mengajukan pengunduran diri.

“Selama delapan bulan saya di Indonesia. Tidak ada kabar soal kompetisi sampai saat ini. Saya tidak bisa lebih lama lagi menunggu,” ucap Makan Konate, dikutip laman resmi klub, Jumat (11/12).

“Jujur, ini keputusan sulit. Saya sudah telanjur menjanjikan trofi juara pada Persebaya. Tetapi, situasi dan kondisi tidak memungkinkan. Saya harus lanjutkan perjalanan. InsyaAllah suatu saat saya kembali,” tambahnya.


Pemain asal Mali ini pun mengaku sudah mendapat tawaran dari beberapa klub luar negeri. Tapi dia masih belum bisa memutuskan akan melanjutkan kariernya di mana.

“Ada tawaran dari beberapa klub Malaysia, Thailand, dan Arab Saudi. Saya masih belum putuskan. Saya akan bicara dulu dengan agen saya, Mamadou," lanjut pemain yang pernah membela Persib Bandung dan Sriwijaya FC tersebut.

Manajemen Persebaya bukan tak berupaya untuk menahan kepergian para pemain bintangnya. Karena, situasi yang ada saat ini memang masih serba tidak pasti. Jadi manajemen tak punya alasan kuat untuk menahan kepergian mereka.

“Jujur, kami tidak berdaya sama sekali. Walau hanya untuk menahan sejenak. Meminta pemain bersabar. Soalnya, siapapun tidak ada yang bisa menjamin kepastian kompetisi. PSSI dan LIB sekalipun. Bagaimana kami bisa memberi kepastian, kalau otoritas sepak bola yang paling berwenang juga tidak bisa memberi kepastian?” tutur manajer Persebaya, Candra Wahyudi.

“Padahal itu yang ditanyakan pemain. Seperti David dan juga Konate,” tandasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya