Berita

Ilustrasi/Net

Kesehatan

Pejabat Kesehatan Rusia: Setelah Disuntik Vaksin Covid-19 Jangan Minum Alkohol Dulu Selama Dua Bulan

JUMAT, 11 DESEMBER 2020 | 13:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pejabat kesehatan memperingatkan siapa pun yang sudah menerima suntikan vaksin virus Covid-19 Sputnik V buatan Rusia harus berhenti minum alkohol selama dua bulan karena dia khawatir itu dapat membahayakan keefektifannya.

Wakil Perdana Menteri Tatiana Golikova mengatakan kepada TASS, bahwa vaksinasi akan memakan waktu 42 hari dan warga negara perlu menghindari alkohol dan obat-obatan penekan kekebalan sambil mengikuti langkah-langkah mitigasi untuk menghindari infeksi.

Kepala pengawas kesehatan konsumen Rusia, Anna Popova, menyampaikan hal yang sama kepada stasiun radio Komsomolskaya Pravda. Ia mengatakan bahwa alkohol dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk membangun kekebalan terhadap virus corona.


“Ini membebani tubuh. Jika kita ingin sehat dan memiliki daya tahan tubuh yang kuat, jangan minum alkohol,” katanya, seperti dikutip dari 9News, Jumat (11/12).

Menurut Popova, mereka yang menerima vaksin Sputnik V harus menghindari alkohol selama dua minggu sebelum suntikan pertama dan 42 hari setelah diberikan. Menurut pihak berwenang setempat, ada jeda 21 hari antara saat suntikan pertama dan kedua diberikan.

Penduduk setempat menyebut nasihat itu tidak masuk akal dan bahkan pengembang vaksin.

Alexander Ginzburg, kepala NF Gamaleya Federal Research Center for Epidemiology and Microbiology, yang mengembangkan vaksin, mengatakan bahwa penerima Sputnik V harus menahan diri dari alkohol (hanya) selama tiga hari setelah setiap suntikan.

Saran itu juga berlaku untuk vaksin virus corona apa pun, tidak hanya Sputnik V.

Dikembangkan oleh Gamaleya Institute Rusia, vaksin dua suntikan ini secara resmi masih dalam tahap uji coba. Meskipun demikian, Kremlin memberikan persetujuan pengaturan Sputnik V pada bulan Agustus, meskipun hanya beberapa lusin orang yang menerimanya.

Sekarang, lebih dari seratus ribu penduduk Rusia telah diberi Sputnik V.

Presiden Vladimir Putin mengumumkan kampanye imunisasi skala besar yang akan dimulai dalam beberapa hari ke depan, dengan prioritas dokter dan guru. Pengembang mengatakan Sputnik V telah terbukti 91,4 persen efektif.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya