Berita

Menlu Prancis Jean-Yves Le Drian saat mengunjungi Doha pada Kamis 10 Desember 2020, bertemu dengan Menlu Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani/Net

Dunia

Kunjungi Qatar, Menlu Prancis Akui Sangat Hormati Islam: Pernyataan Perangi Ekstremisme Disalahartikan

JUMAT, 11 DESEMBER 2020 | 06:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri luar negeri Prancis Jean-Yves Le Drian kembali mengatakan kebijakan negaranya terhadap ekstremisme telah disalahartikan dan malah dianggap sebagai Islamofobia.

Hal tersebut disampaikannya saat menggelar jumpa pers bersama Menlu Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani, selama kunjungan resmi satu hari di Doha, pada hari Kamis (10/12) waktu setempat.

Beberapa waktu belakangan Paris telah menghadapi banyak kritik atas rancangan undang-undang yang disajikan sebagai tindakan menekan radikalisme Islam, dengan memperketat aturan tentang pendidikan berbasis agama dan poligami menyusul serentetan serangan yang dilakukan oleh para ekstremis.


"Setelah serangan itu, posisi dan pernyataan kami (tentang memerangi ekstremisme) sebagian besar telah terdistorsi dan disalahartikan sebagai bagian dari kampanye melawan negara kami," ungkap Le Drian, seperti dikutip dari AFP, Kamis (10/12).

"(Posisi kami) mungkin telah disalahpahami oleh orang-orang percaya yang mungkin merasa keyakinan mereka tidak dihormati. Kami sangat menghormati Islam," lanjutnya.

Dalam jumpa pers itu Menlu Qatar mengatakan bahwa ekstremisme kekerasan tidak terkait dengan agama apa pun.

"Kita harus berdiri teguh melawan pidato Islamofobia seperti halnya dunia menentang semua bentuk retorika rasis," demikian Menlu.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya