Berita

Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Karyoto/RMOL

Hukum

Polemik Penyambutan Saksi Ketua BPK RI, Karyoto: Saya Memastikan Agar Tidak Masuk Lewat Belakang

SELASA, 08 DESEMBER 2020 | 18:36 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Karyoto, angkat bicara terkait polemik penyambutan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Agung Firman Sampurna saat datang menjadi saksi meringankan untuk tersangka Rizal Djalil (RD).

Polemik yang dimaksud adalah, adanya sebuah pemberitaan yang menyebut bahwa Karyoto menyambut secara khusus kedatangan Agung Firman di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Bahkan, sikap Karyoto tersebut direspon oleh Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menganggap bahwa Karyoto melakukan pelanggaran kode etik.


Menanggapi polemik tersebut, Karyoto menyebutkan, bahwa Agung Firman dipanggil dalam kapasitasnya sebagai saksi ad charge atau saksi meringankan yang tidak berkaitan dengan pokok perkara.

Melainkan, hanya untuk di dalami kepribadian tersangka Rizal Djalil dalam perkara dugaan suap terkait proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) di Kementerian PUPR tahun 2017-2018 saat menjabat sebagai anggota BPK RI.

"Awalnya memang rekan-rekan wartawan menghubungi saya bahwa Pak Ketua (BPK RI) akan datang ke KPK yang berkaitannya dengan saksi. Setelah saya cek kesaksiannya beliau adalah sebagai saksi yang menguntungkan, bukan saksi fakta, bukan terkait dalam perkara itu," ujar Karyoto kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (8/12).

Selain itu kata Karyoto, pihak BPK RI meminta agar masuk melalui pintu belakang. Namun, Karyoto mengaku tidak mengizinkan dan meminta agar Ketua BPK masuk dari pintu depan seperti saksi lainnya.

"Saya jawab tidak bisa, semuanya sama harus lewat depan. Apalagi memang walaupun sebagai saksi ad charge, tapi kan perlakuannya harus sama dengan yang lain lewat depan," terangnya.

Sehingga, sambungnya, kehadirannya itu saat kedatangan Ketua BPK merupakan sebagai upaya untuk memastikan agar tetap masuk melalui pintu depan.

"Kebetulan tadi saya di situ memastikan beliau harus lewat depan, tidak boleh lewat belakang itu aja," tegas Karyoto.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Iran Tak Terima Dituding Langgar Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:21

Riak Penolakan Jokowi di Lampung, Baliho Sambutan Raib

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:01

Ramai di Medsos, Purbaya Respons Pajak Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:59

Ajukan Kasasi, Kerry Riza Anggap Putusan PT DKI Janggal

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:46

Harga Minyak Anjlok ke Level 71 Dolar AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:39

bank bjb Perluas Kolaborasi dengan Whuush Ojol, Kadin Jabar dan MUJ

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:38

AS Serang Target Militer Iran, Balas Serangan Drone terhadap Kapal Kargo di Selat Hormuz

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:21

Emas Antam Naik Usai Mandek Dua Hari Beruntun

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:09

Trump Sebut Iran Lakukan Pelanggaran Bodoh Terkait Pelanggaran Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:51

Emas Rebound 1,3 Persen usai Data Inflasi AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:33

Selengkapnya