Berita

Epedimiologi Universitas Gajah Mada, Riris Andono Ahmad/Repro

Kesehatan

Tekan Penularan Corona, Epidemiologi UGM: Pemerintah Harus "Memaksa" Masyarakat Tinggal Di Rumah

SENIN, 07 DESEMBER 2020 | 14:38 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Potensi penularan Covid-19 yang masih tinggi menjadi satu sebab angka positif masih melonjak. Pemerintah diminta untuk "memaksa" masyarakat untuk tinggal di rumah sementara waktu.

Epedimiologi Universitas Gajah Mada, Riris Andono Ahmad menyarankan hal tersebut, mengingat penularan yang semakin meningkat dan meluas karena ada yang tidak konsisten menegakkan protokol 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

"Ketika orang ditanya (soal penegakkan protokol kesehatan) seringkali mereka menjawab sudah menerapkan protokol. Tapi seberapa bagus penerapan protokol tidak ada evaluasi," ujar Riris dalam jumpa pers virtual yang disarkan kanal Youtube BNPB, Senin (7/12).


Di samping itu, Riris juga melihat mobilitas penduduk di masa sekarang ini sudah sangat tinggi. Dia mengambil data dari Google Mobility, yang menyebutkan hanya tinggal 11 persen dari total populasi masyarakat Indonesia yang tinggal di rumah.

"Berarti kan interaksi itu terjadi, dan itu yang menyebabkan transmisinya (penularan Covid-19) meningkat tinggi," bebernya.

Mengacu pada teori epidemiologis, Riris menjelaskan, semakin banyak orang yang tinggal di rumah dalam kurun waktu 7-14 hari maka potensi penularan menurun signifikan.

Oleh karena itu, dia menyarankan kepada pemerintah untuk bisa mengajak masyarakat tinggal di rumah pada masa 7-14 hari, agar lonjakan kasus positif bisa ditekan.

"Ini yang perlu juga dilakukan oleh pemerintah saat ini, untuk tanda petik memaksa masyarakat dalam waktu 2 pekan tinggal di rumah, menurunkan transmisinya. Dan lalu diperkuat dengan 3T dan 3M," demikian Riris Andono Ahmad.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

UPDATE

Prabowonomics dalam Desain APBN 2027

Kamis, 20 Agustus 2026 | 04:17

BRI KKB National Expo 2026 Hadir di 131 Lokasi dan Torehkan Rekor MURI

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:48

Sikap Amien Rais Makin Plinplan dan Mirip Sengkuni

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:14

PBB Dorong PT Timah Serap Hasil Timah Masyarakat Bangka Belitung

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:45

Truk Karnaval Kementerian PU Hadirkan Pesan Gotong Royong dan Kerja Nyata

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:16

Pernyataan Agus Burate soal 5 WN China di Tambang Emas Dibantah Keluarga

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:42

Jalan Harmoni, Potret Toleransi di Jantung George Town

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:37

Sindikat Meterai Palsu yang Bikin Negara Boncos Rp1 Triliun Dibongkar Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:21

Komisi V DPR Usul Kapal Penumpang dan Pengangkut Barang Dipisah

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:59

Jampidsus Diminta Terbitkan Sprindik Baru Kasus Jiwasraya dan Asabri

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:35

Selengkapnya