Berita

Bincang Sehat bertajuk Atasi Kecemasan Berlebih Di Tengah Pandemi Covid-19 Dengan Mindfulness yang digagas/RMOL

Kesehatan

Ini Tips Psikolog Hilangkan Cemas Berlebih Akibat Pandemi Covid-19

JUMAT, 04 DESEMBER 2020 | 22:08 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Rasa cemas berlebih bisa berpengaruh pada gejala fisik. Apalagi di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, kecemasan itu sebisa mungkin harus dihindari.

Seorang Clinical Psychologist, Mario Albert mengatakan, kecemasa itu muncul dari dalam diri. Karena itu, diperlukan keasadaran pada setiap peristiwa yang terjadi seperti pandemi Covid-19.

"Untuk Covid-19 ini, kita berhati-hati tapi jangan cemas. Selama ngikutin standar protokol kesehatan, kita bisa meminimalisir penularannya itu," ujar Mario Albert dalam serial Bincang Sehat bertajuk "Atasi Kecemasan Berlebih Ditengah Pandemi Covid-19 Dengan Mindfulness" yang digelar Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (4/12).


Mario lantas mengurai cara untuk menghilangkan rasa cemas dan ketakutan yang bisa berpengaruh pada penurunan fisik seseorang.

Dalam situasi pandemi Covid-19 ini, melaksanakan protokol kesehatan bisa memutus mata rantai penularan. Demikian halnya untuk menghilangkan rasa cemas, memutus mata rantai pikiran-pikiran khawatir juga penting dilakukan.

"Rasa takutnya itu munculnya dari mana? itu sesuatu yang harus disadari dulu. Jadi itu penyebab utama, pikiran utama yang buat kita cemas. Harus kita putus mata rantai pikiran-pikiran itu," demikian Mario Albert.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya