Berita

Wakil Ketua DPD I Jambi, Supardiono (kedua dari kanan)/RMOL

Politik

Jelang Pilkada, Golkar Ingatkan PKH Dan Pendamping Desa Jangan Sampai Jadi Alat Politik Pilkada

KAMIS, 03 DESEMBER 2020 | 09:53 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Partai Golkar mengingatkan agar beberapa perangkat negara konsisten menjaga netralitasnya dalam menghadapai Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 9 Desember mendatang.

Wakil Ketua DPD 1 Provinsi Jambi, Supardiono mengatakan, beberapa perangkat negara yang rentan menjadi alat politik untuk memenangkan pasangan calon tertentu, diantaranya pendamping Program Keluarga Harapan dan Pendamping Desa.  

Selain itu, Dion khawatir aparatur sipil negara (ASN) dan juga rentan dikerahkan untuk memenangkan paslon tertentu


"Kita mendorong jangan sampai petugas PKH, Pendamping Desa dan ASN ikut-ikutan memenangkan paslon tertentu. Mereka harus menjaga netralitasnya di Pilkada 9 Desember besok," demikian kata Dion -biasa karip disapa-, Rabu (2/12).

Secara khusus, Dion juga meminta seluruh kader di Provinsi Jambi untuk fokus mengawal kemenangan Cagub Cek Endra-Ratu Munawaroh hingga level tempat pemungutan suara.

Kader partai beringin itu, kata Dion harus serius menguatkan basis struktur di beberapa Pilkada di Kabupaten/Kota di Jambi.

Dengan cara itu, Dion meyakini kemenangan Pilkada 9 Desember mendatang akan didaptkan secara maksimal.

"Seluruh kader beringin harus total kawal suara untuk kemenangan ketua kita Cek Endra hingga bilik suara," demikian kata Wakil Sekretaris jenderal Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) ini.

Dion juga mewanti-wanti agar para penyelenggara pemilu mulai dari KPUD hingga KPPS tegak lurus pada konstitusi dengan menjadi penyelenggara yang netral.

"Bawaslu juga harus memonitor para penyelenggara Pilkada, jangan sampai nantinya di lapangan ada yang main mata dengan paslon dan tidak profesional dlam tugasnya," pungkas Dion.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

UPDATE

Video Viral, Netanyahu Menyerah dan Flotilla Bebas

Senin, 25 Mei 2026 | 01:57

Narasi Larangan Pertalite untuk Kendaraan Merek Tertentu per 1 Juni 2026 Hoax!

Senin, 25 Mei 2026 | 01:40

Euforia Bobotoh

Senin, 25 Mei 2026 | 01:20

Sugiono Dianggap Berhasil Terjemahkan Kerja Nyata Prabowo

Senin, 25 Mei 2026 | 00:59

Ini Tujuh Saran untuk Prabowo Realisasikan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 25 Mei 2026 | 00:40

Gubernur Lemhannas Minta Keberadaan BoP Dikaji Ulang

Senin, 25 Mei 2026 | 00:18

Edukasi Keuangan Bantu Mahasiswa Kelola Kantong Secara Sehat

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:58

Golkar Jadikan MDI Instrumen Sosialisasi Program Prabowo ke Umat

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:40

Prabowo Singgung Reshuffle Zulhas, PAN Terancam Tidak Digandeng Gerindra di 2029

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:19

Ekonomi Syariah dan Ekonomi Kerakyatan: Dua Tombak Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Minggu, 24 Mei 2026 | 22:43

Selengkapnya