Berita

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Net

Publika

Sri Mulyani Kasih 'Angin Surga', Ekonomi Tumbuh 5 Persen Tahun 2021

SELASA, 01 DESEMBER 2020 | 14:36 WIB | OLEH: GEDE SANDRA

MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI) meyakini perekonomian Indonesia Pada 2021 akan tumbuh 4,5-5,5%. Keyakinan ini disampaikannya dalam berbagai kesempatan.

Meskipun masih dengan catatan, tergantung penanganan Covid, katanya.

Anggaplah penanganan Covid sudah terkendali. Masih mungkinkah pertumbuhan ekonomi 5% itu akan tercapai? Apakah janji SMI bukan hanya “angin surga”, atau harapan belaka?


Secara mendasar, pertumbuhan ekonomi sangat dipengaruhi oleh konsumsi masyarakat (C), konsumsi pemerintah (G), investasi (I), ekspor (X) dan impor (M).

Konsumsi masyarakat menyumbang bobot tebesar (57%) dari pertumbuhan ekonomi. Sayangnya konsumsi rumah tangga saat ini masih mengalami kontraksi (-4,04%).

Apakah mungkin kondisi ini akan membaik ke depan? Sementara akses ke kredit masih sangat sulit, pertumbuhan kredit perbankan masih sangat rendah (3%).

Konsumsi pemerintah memang mengalami pertumbuhan kemarin, tapi apakah masih dapat melanjutkan tren ini tahun depan? Mengingat penerimaan negara saat ini yang turun anjlok (-18,8%) bila dibandingkan tahun sebelumnya.

Bisakah kekurangan penerimaan ini dikompensasi dari berutang? Defisit keseimbangan primer sudah sangat besar (-Rp 700 triliun), membuat ruang untuk berutang sudah sangat sempit. Atau jangan-jangan jatah utang tahun depan sudah dipakai untuk menutupi kesulitan cash flow negara hari ini?

Investasi juga masih sulit untuk dapat diharapkan menjadi pemompa partumbuhan. BKPM mencatat investasi penanaman modal asing sejak Januari hingga September masih berkontraksi (-5%).

Kondisi ekspor Indonesia juga menunggu pemulihan ekonomi global. Meskipun harga komoditas andalan seperti sawit dan batubara sudah mulai pulih, namun nilai ekspornya justru menurun seperti batubara (-22%). Impor Indonesia juga masih anjlok (-18,8%).

Jadi potensi pertumbuhan ekonomi hingga 5% di tahun depan akan diperoleh dari mana?

Kecuali, cara yang dilakukan adalah memompa konsumsi domestik. Ini adalah cara yang tercepat. Apalagi, misalkan, dapat memompa pertumbuhan konsumsi hingga 10%, niscaya harapan pertumbuhan 5% tahun depan pun dapat dicapai.

Namun dengan instrumen apa? Suku bunga tidak pegang. Uang juga tidak pegang.

Artinya, sangat mustahil tahun depan Indonesia bisa tumbuh 5%. Menteri Keuangan SMI ternyata hanya beri “angin sorga”.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya